Research Masa Depan Futures Trading

Posted on Feb 02, 2010

Baguskah prospek dari bisnis futures trading ini? Pertanyaan tersebut seringkali terlontar dari orang-orang yang baru mulai mengenal dunia futures (termasuk saya, hehehe…)

Pada tahun 2008, saya mengatakan bisnis ini kurang bagus prospek ke depannya. Tapi saat saya iseng-iseng melakukan research pada tahun 2009, saya berubah pikiran total. To be honest, sebenarnya hasil research tersebut yang menggerakan hati saya untuk menerima tawaran project FG Blog ini. 😛

Mari kita bermain-main sedikit dengan data statistik untuk sama-sama melihat “apa sih yang saya research sampai membuat saya berubah pikiran”

Hal pertama yang saya research sudah pasti mengenai futures trading itu sendiri karena saya ingin tahu seberapa besar potensi bisnis ini di alam internet.

(semua data yang ditampilkan berdasarkan skala 1 – 100)

Futures Trading: Tahun 2008 – Indonesia

Jika dilihat dari data statistik di atas, tentunya anda mengerti mengapa pada tahun 2008 saya mengatakan bahwa bisnis futures trading ini tidak memiliki prospek yang bagus. Grafik yang cukup stabil namun terus menurun secara bertahap jelas menjadi dasar pemikiran saya. Bila kita ambil angka rata-rata pun maka skalanya hanyalah 40 dari 100 (lihat garis orange).

Lalu bagaimana dengan data futures trading tahun 2009 yang telah membuat saya berubah pikiran?

Futures Trading: Tahun 2009 – Indonesia

Nah, terlihat jelas sudah perbedaannya. Wajar dong kalau saya berubah pikiran, hehehehe 😀

Namun tidak cukup sampai di situ saja, selanjutnya saya mulai berpikir; “mengapa hal ini dapat terjadi?”. Setiap akibat pasti ada sebab, dan saat itu saya langsung teringat akan maraknya bisnis online yang sedang terjadi di negara kita tercinta ini.

Bisnis Online: Tahun 2008 – Indonesia

Data statistik di atas menunjukan, peningkatan akan minat pengguna internet terhadap bisnis online mencapai puncaknya pada akhir tahun 2008. Otomatis hal ini membuat kita berpikir; bila akhir tahun justru melonjak, seharusnya hal ini akan berlanjut di tahun 2009, karena bisa dikatakan trend tersebut baru sedang dimulai pada akhir tahun 2008.

Bisnis Online: Tahun 2009 – Indonesia

WOW! Ternyata benar sekali. Mungkin beberapa dari anda bertanya; “lalu apa hubungannya dengan futures trading?” Jelas erat sekali hubungannya. Futures trading sering dikategorikan sebagai salah satu bisnis online, dimana ciri khas dari bisnis online adalah:

  • Menggunakan media internet
  • Bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun kita mau selama ada koneksi internet
  • Bisa dijalankan oleh perseorangan ataupun group (lebih dari 1 orang)

Sekarang saya yang akan balik bertanya kepada anda, bukankah pertumbuhan IB juga meningkat pesat sejak tahun 2009? Bukankah saat ini banyak broker yang menerapkan sistem affiliate? Nah, hal tersebut sebenarnya mengadopsi dari sistem yang diterapkan oleh pelaku bisnis online.

Ok, kita istirahat dulu sejenak setelah melihat data-data statistik di atas, karena saya masih akan ngoceh panjang lebar lagi setelah ini … hehehehe … 😛

.

.

.

.

.

Sudah? Yuk lanjut … Masih berkaitan dengan korelasi antara futures trading dengan internet, tapi kali ini saya akan membahas dari sudut pandang social media. Pembahasan ini sekaligus menjelaskan mengapa kami mengadakan event yang “aneh” di twitter.

Setelah melakukan research, ternyata kami mendapatkan bahwa menjamurnya bisnis online di Indonesia diawali dari sebuah situs social bernama facebook. “Lho kok bisa??”

Sapa yang tidak tahu facebook, seluruh dunia menggunakan situs ini. Lucunya, Indonesia justru satu-satunya negara yang paling menggandrungi facebook. Ga percaya? Coba kita lihat data di bawah ini:

Data “Top Sites” hampir di semua negara adalah google, sementara Indonesia adalah facebook. Hal ini sangat wajar mengingat typical orang Indonesia yang sangat suka bersosialisasi alias nongkrong dan bergosip ria.

Berawal dari sebuah status update di facebook, kita mulai saling ter-update satu sama lain pada kegiatan yang sedang dilakukan oleh seseorang. Termasuk para trader, saat mereka meng-update statusnya, tentu teman-temannya yang lain melihat. Mulai lah salah seorang temannya memberi komentar yang mengakibatkan aktivitas memberi comment muncul di profile temannya itu. Pasti anda sering melihat kan tulisan seperti ini “Tito commented on Dhani Pratama’s status”.

Hal ini ternyata memicu orang lain untuk ikut memberikan komentar juga dan akhirnya terjadi lah “tongkrongan” seputar status tersebut. Jadi, kalau status update-nya bicara mengenai futures trading, otomatis yang menyebar adalah futures trading dan yang nongkrong juga ikut membicarakan futures trading (walaupun tidak jarang juga topik menjadi lari dari status ataupun komentar pertama).

Melihat hal itu, banyak sekali orang-orang (para pelaku bisnis terutama) yang mulai berusaha memanfaatkan fenomena nongkrong ini dengan menyisipkan bisnisnya ke dalam facebook.

The Born of Twitterism

Seiring maraknya facebook di Indonesia, muncul lah salah satu situs social lagi bernama twitter. Twitter sangat sederhana bila dibandingkan dengan facebook, karena konsep awal twitter hanya mengambil fitur status update dari facebook.

Namun ternyata para pengguna twitter berkehendak lain. Mereka justru menggunakan twitter layaknya news portal yang benar-benar live streaming. Dengan keterbatasan status yang hanya 140 karakter, akhirnya link-link yang berisi news pun tersebar di twitter. Ya, pastinya tidak akan muat bila harus menuliskan news secara lengkap di twitter. Itu lah sebabnya mengapa di twitter begitu banyak orang melempar/menyebar link pada statusnya.

Nah, sudah saatnya kita bermain dengan data lagi nih … 😛

Saya akan membandingkan facebook dengan twitter berdasarkan data statistik seperti di atas.

Facebook: Tahun 2009 – Indonesia

Bukan main kenaikan grafiknya. Tidak heran kan kalau facebook menjadi situs no.1 di Indonesia … hehehe. Namun ada sesuatu yang menarik di sini. Mengapa data sejak bulan Oktober tidak menyentuh garis lurus berwarna orange? Apakah pengguna facebook sudah mencapai batas maximumnya?

Twitter: Tahun 2009 – Indonesia

Walah … Tidak sedrastis facebook peningkatannya! Tapi tunggu dulu, bukankah typical orang Indonesia adalah cepat bosan? Bila sudah bosan dengan facebook, kemanakah orang-orang akan beralih? Saya tidak yakin juga untuk mengatakan “Twitter”, tapi besar kemungkinannya.

Kecenderungan orang saat menggunakan facebook adalah untuk nongkrong seperti yang telah saya katakan sebelumnya. Sementara twitter, untuk sharing news. Dari hal ini bisa kita asumsikan bahwa twitter lebih tepat untuk digunakan bila tujuannya adalah bisnis. Belum terlalu kelihatan memang di Indonesia, tapi coba anda “search” kata-kata “forex online” atau “online trading” di twitter. Nantikan beberapa saat dan lihat berapa banyak “new tweets/status” yang muncul. Itu lah twitter … 😉

Tahukah anda, masuknya facebook dan twitter di Indonesia telah mengubah kebiasaan orang saat sedang menggunakan internet. Saya akan bicara blak-blakan mengenai hal ini. Sejak adanya facebook dan twitter, pengguna internet yang tadinya lebih banyak menghabiskan waktunya di situs-situs porno, kini berpindah ke facebook dan twitter. Saya rasa ini salah satu dampak yang sangat positif bagi Indonesia.

Bagaimana tidak, data dari The Nielsen Company Indonesia mencatat, pengguna facebook tahun 2009 di Indonesia meningkat hampir 700 persen sejak tahun lalu. Sementara pengguna twitter naik hingga 3.700 persen. Kebanyakan penggunanya adalah mereka yang berusia 15-39 tahun.

Sebenarnya masih panjang lagi pembahasannya, seperti; “meningkatnya pengguna facebook sendiri disebabkan oleh blackberry ataupun handphone lain yang menyediakan fitur internet”, tapi saya rasa kurang tepat bila dibahas di sebuah broker blog seperti FG Blog ini.

Bonus

Coba anda artikan sendiri gambar-gambar di bawah ini:

Bagaimana anda menafsirkan kedua gambar tersebut? Menurut anda, bagaimanakah prospek bisnis futures trading ini bila kita kaitkan dengan pesatnya perkembangan internet?

3 comments

  • Hello, guest