Weekly Market Analysis 08 Maret 2010

Posted on Mar 08, 2010

Hallo rekan traders………

Pada tanggal 01 Maret 2010 pekan lalu, bursa perdagangan forex berdasarkan transaksi elektronik dibuka dengan penguatan USD. USD menunjukkan kekokohannya terhadap GBP sehingga GBPUSD mencetak rekor penurunan tajam 400 point lebih dalam sehari. Meskipun data Institute for Supply Management (ISM) Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) turun, namun tak menyurutkan tekanan USD terhadap mata uang rival-rivalnya.

Berita  kondisi ekonomi Inggris yang sudah membaik dan bail out $41 miliar untuk Yunani yang akan dilakukan oleh Jerman dan Perancis masih belum mampu mengangkat mata uang inggris dan eropa dari tekanan USD, di tambah lagi tingkat pengangguran di negara-negara Eropa yang masih mengkhawatirkan.

Data berita USD ADP Non-Farm Employment Change yang tidak sesuai dengan forecast, membuat Pound dan Euro rebound hingga melewati Resistance di level 1.5131 untuk Pound dan level 1.3734 untuk Euro pada 3 Maret 2010 terhadap USD. Walaupun data berita USD ISM Non-Manufacturing PMI lebih baik dari tiga bulan sebelumnya yaitu 53.0. Tetapnya suku bunga Bank GBP dan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) menyebabkan pelemahan kembali GBP dan EURO, meskipun penjualan rumah di Amerika Serikat (AS) turun -7.6%.

Pada hari Rabu malam (03/03/2010) sekitar pukul 23:00 WIB berita dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) bahwa pemulihan ekonomi akan berjalan lambat disambut positif oleh para investor-investor, akan tetapi hal itu tidak mampu mendorong penguatan Pound dan Euro.

Pada perdagangan hari Jumat 5 Maret 2010, Pound dan Euro di buka mixed hingga sesi Eropa dikarenakan para investor menanti data berita USD  Non Farm Payroll (NFP) dan Unemployment Rate. Setelah dirilisnya data NFP -36K lebih baik dari prediksi dan tetapnya data Unemployment Rate 9.7% membuat USD menguat terhadap Pound dan Euro.

Penguatan USD tak bertahan lama dikarenakan masih banyaknya pekerja di AS yang kehilangan pekerjaannya yang  menandakan bahwa  bursa tenaga kerja AS kemungkinan akan pulih dengan lambat, dan pernyataan Presiden Bundes Bank yang menyatakan bahwa “Euro bukanlah mata uang lemah, masalah Yunani tidak akan menghancurkan Euro secara keseluruhan”. Pernyataan presiden Bundes Bank tersebut membuat  GBP dan EURO pada transaksi pekan lalu ditutup menguat terhadap USD di level 1.5135 untuk GBPUSD dan level 1.3621 untuk EURUSD.

Index Futures Eropa ikut terangkat di penutupan transaksi pekan lalu, FTSE 100 naik 1.38%, DAX 30 naik 1.40%, dan CAC 40 naik 2.17%. Pelemahan USD menyebabkan kenaikan index AS di sesi penutupan akhir pekan lalu, index Dowjones  ditutup di level 10543 setelah di buka pada awal pekan lalu di level 10357. Index Nasdaq ditutup di level 1884.25 setelah di buka di awal pekan lalu di level 1827.50. Index S&P 500 ditutup di level 1136.50 setelah di buka pada awal pekan lalu di level 1108.75.

Index Asia, index  Hangseng Hongkong ditutup di level 20727 setalah di buka pada awal pekan lalu di level 20757 dengan high di level 21054 pada 03/03/2010. Index Nikkei Jepang ditutup di level 10520 setalah di buka pada awal pekan lalu di level 10170. Index Kospi Korea Selatan ditutup di level 214.30 setelah dibuka pada awal pekan lalu di level 210.15.

Kenaikan  bursa saham Wall Street dan laporan dari Bank of Japan bahwa Bank of Japan akan melonggarkan kebijakan moneternya, mendorong penguatan bursa saham-saham Asia, disamping meredanya kekhawatiran krisis hutang Yunani.

Analisa teknikal minggu ini (8 Maret –  12 Maret 2010)

GBPUSD masih down trend, tetapi ada kecenderungan rebound, jika GBPUSD mampu melewati level 1.5298 maka singgasana 1.5461 sudah menanti, jika GBPUSD melanjutkan down trendnya dan menembus level 1.4877, maka level 1.4619 menjadi tujuan kedua.

EURUSD masih down trend, tetapi ada kecenderungan up, jika EURUSD mampu melewati level 1.3759, maka EURUSD malanjutkan upnya dengan target utama di level 1.3897, tetapi jika EURUSD melanjutkan down trend dan menembus level 1.3457, maka level 1.3293 manjadi tujuan kedua.

Index Hangseng masih mau membentuk wave baru dengan kisaran harga 20096 – 21663, jika diantara harga tersebut tertembus maka Hangseng membentuk trend baru.

Index Dowjones jika minggu ini melanjutkan upnya maka level 10685 menjadi tujuan utama, tetapi jika balik turun, maka akan menjemput kembali level 10355 dan 10295.

Disclamer

Berita dan analisa ini hanya sebagai informasi saja, bukan sebagai dasar untuk Open Posisi trading, disini saya tidak bermaksud mengajak saudara untuk Open Posisi trading, dan saya tidak bertanggung jawab apabila terjadi kerugian jika saudara mengikuti berita dan analisa ini.

10 comments

  • Hello, guest