Define Your Mindset

Posted on Mar 31, 2010

-If you’re failing to plan, you’re planning to fail-


Anda mungkin bertanya-tanya dengan judul dan ungkapan lama yang tertulis diatas karena merasa hal itu tidak berhubungan dengan trading. Tapi bukankah apa yang ada dipikiran kita yang mendorong kita untuk melakukan segala sesuatu dalam kehidupan? Dan trading pasti bagian dari kehidupan trader walaupun porsinya mungkin bervariasi.

psikologi trading

psikologi trading

Pola pikir (mindset) bersama dengan kemampuan money management dan metode yang dilakukan dalam trading adalah tiga hal terpenting yang mempengaruhi perilaku trading seseorang. Kalau anda bertanya kepada trader-trader yang sukses, kebanyakan dari mereka akan bilang bahwa hal yang membuat mereka sukses adalah kekuatan mental (psikologi trading) mereka ketika mereka mengalami kesulitan.

So, pola pikir itu apa sih? Kok terlihat sebagai konsep yang abstrak, pola pikir itu mencakup apa yang ada pada diri anda masing-masing, apa kekuatan dan kelemahan anda, misal apakah anda cepat terpengaruh atau cukup disiplin menjalankan apa yang anda mau. Pola pikir paling tercermin pada sikap anda dalam menghadapi sesuatu.

“The longer I live the more convinced I become that life is 10 percent what happens to us and 90 percent how we respond to it.”Charles Swindoll

Kata-kata Charles Swindoll menurut saya sangat applicable di dunia trading karena bagaimanapun sikap anda sangat menentukan apa yang terjadi dalam trading anda, karena bagaimana anda bereaksi pada hal yang anda alami (dalam hal trading, keadaan market) akan lebih berpengaruh daripada apa yang terjadi pada anda saat itu pada proses pengambilan keputusan anda.

Ini hanya ilustrasi saja misalkan ada 2 trader F dan G, trader F ketika mengalami kerugian menjadi kesal dan membiarkan emosi mempengaruhi keputusannya dan tentu akhirnya tradingnya jadi kurang terarah. Sedang trader G menerima bahwa kerugian adalah bagian dari trading dan tetap menjalankan trading seperti biasa.

Ada beberapa atribut lain yang mempengaruhi trader, seperti:

  • kepercayaan diri
  • kesabaran
  • emosi
  • pengambilan keputusan

Menurut anda adakah hal lain lagi yang mempengaruhi? Atau anda punya pengalaman tersendiri tentang hal-hal yang tertulis diatas?

3 comments

  • Hello, guest
  • author
    Hallo mas ziidoji memang betul bahwa seorang trader telah memiliki level tersendiri seiring dengan modal yang bisa dikembangkannya, semakin banyak modal yang diperoleh menunjukkan level kedisiplinan mereka dalam menjalankan metode trading dan juga proses pengambilan keputusan yang seimbang antara logika dan emosi. Seperti yang tertulis di entry blog ini tentang backtesting yang menguji seberapa handal metode trading dan sebetulnya dari saat backtesting itu juga bisa ditanam sense of belongings sehingga emosi juga terlibat agar tidak terlalu kaget pada saat real account. Kalo mas ziidoji merasa sudah memiliki cara untuk memperoleh level tertentu itu, mengapa tidak share dan sekalian mempersiapkan diri untuk event kami berikutnya?:D
  • menurut perhatian saya, bahwa seorang trader akan berada di level/tingkatan tersendiri seiring dengan kekuatan modalnya. Modal dsini berarti modal yang telah berhasil dikembangkannya sebagai profitable dari aktifitas transaksi dan bukan modal awal.
    • Halo Bung Ziidoji, banyak trader yang mengatakan bahwa kalau kita baru mulai trading, maka kita harus siap "expect to lose". Walaupun pernyataan ini arguable, namun kadang kita memang perlu untuk merasakan suatu kekalahan sebagai suatu trigger agar kita dapat belajar dari kesalahan tersebut. Artinya, faktor pengalaman mutlak dibutuhkan di dunia trading. Untuk itu disarankan untuk terjun ke dunia trading dengan mencoba demo account atau mini account terlebih dahulu. Karena begitu kita terjun ke dunia trading dengan menggunakan dana yang besar, maka semakin besar pula faktor emosi yang akan terlibat. Nah disinilah peran pengalaman yang telah diperoleh para trader yang sudah lama malang-melintang di dunia trading. Mereka pada umumnya telah menyadari bahwa suatu trading system adalah tidak menentukan profit yang mereka dapatkan, namun justru pengalaman mengatasi faktor emosi-lah yang menjaga mereka dari kemungkinan lost yang menyebabkan kehancuran dari trading account mereka.