Rahasia Kekayaan Warren Buffet

Posted on May 26, 2010

Trading ibarat sebuah pertandingan tinju antara anda dengan market. Tidak beda jauh dengan petinju, anda butuh teknik dan mental yang kuat untuk “menang”. Setelah sebulan lebih kita mengasah trading system kita, kini tiba saatnya mengasah spirit anda. Saya harap artikel ini bisa menjadi “chicken soup for the soul” bagi anda.

Mengutip artikel dari San Francisco Chronicle, Kamis 1 April 2010. Terdapat 5 tokoh miliarder terkaya di dunia yang tetap memiliki sisi kesederhanaan yang erat dengan lifestyle mereka. Salah satu tokoh miliarder dan legenda investor terbaik dunia itu adalah Warren Buffet, seorang investor sukses, CEO dari perusahaan Berkshire Hathaway, sekaligus juga dermawan (philanthropist) terkenal.

Banyak orang mencoba mencari rahasia pola pikir dan tips jitu dari langkah investasi a’la Buffet dengan memborong dan mengikuti buku – bukunya yang laris manis di pasaran.  Namun, rahasia kekayaan Buffett sebenarnya, datang dari sikap dermawan dan lifestyle sederhana dalam pribadi hidupnya.

Sejak usia dini, Buffet telah menunjukkan kegemarannya dalam menghasilkan dan menabung uang. Dia pernah menjadi sales door to door, menjual permen karet, minuman soda, sampai majalah dan koran. Penghasilannya selalu ia tabung dan hanya digunakan untuk keperluan yang penting saja.

.

Warren Buffett yang sering disebut “Oracle from Omaha”, saat ini memiliki harta kekayaan bernilai sekitar US$47 miliar. Bersama istrinya, pria 79 tahun tersebut masih tinggal di rumah sederhana di Omaha, Nebraska, AS yang dibeli dengan harga US$31,500, lebih dari 50 tahun lalu dengan tetap tidak memakai pagar.

Buffet bepergian tanpa dikawal siapapun dan membawa sendiri mobil pribadi sederhana yang dipakai hingga rusak sebelum digantinya. Dia tidak berkeliling dunia memakai jet pribadi, meski ia memiliki salah satu perusahaan pesawat jet terbesar di dunia. Waktu istirahatnya dipakainya dengan menonton TV sambil makan pop corn.

Walau sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, Buffett lebih memilih menu burger, kentang goreng dan Coca-Cola dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesiar, Buffett menjawab: “Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher“. Bahkan, ia tidak mempunyai komputer di meja kerjanya dan bepergian tanpa telepon genggam.

Anak – anaknya tidak akan mewarisi sebagian besar dari kekayaannya, Buffet ingin memberikan mereka secukupnya dan menghindari agar mereka jangan sampai merasa tidak harus melakukan apa – apa, karena terlalu nyaman dengan keadaannya sekarang.

Warren Buffet pernah berjanji, setelah meninggal ia akan memberikan 85 persen harta kekayaannya pada yayasan amal milik Bill Gates, Gates Foundation. Namun, ia bederma lebih cepat dari dugaan. Pada tahun 2006, Warren Buffett  mendonasikan 10 juta sahamnya di Berkshire senilai US$30,7 miliar kepada Gates Foundation. Jumlah sumbangan amal Buffett tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika.

Sebuah makna yang kami tangkap disini, seberapa hebat pun kemampuan trading anda, seberapa sering pun anda profit, anda tidak akan pernah “berhasil” bila tidak ditunjang dengan kemampuan saving money yang baik.

Untuk menjadi kaya seperti Warren Buffet mungkin anda harus menyisihkan sebagian profit anda dan mengumpulkannya menjadi bagian dari modal trading anda. Mayoritas trader gagal karena mereka tidak mempunyai modal yang cukup untuk menanggung kesalahan yang mereka lakukan ketika trading. Modal ini akan membeli waktu dan waktu akan memberikan pengalaman trading yang anda perlukan dalam mengasah ilmu trading.

Seringkali orang berpikir “How to use money properly”, namun ternyata yang mereka lakukan adalah “How to spend money instantly”.

Bagaimana pendapat kamu mengenai sikap dermawan dan lifestyle sederhana a’la Warren Buffet? Apakah sikap tersebut cocok dengan gaya hidup Investor masa kini?

23 comments

  • Hello, guest
  • coba ada orang seperti Warren Buffet di Indonesia, pasti fakir miskin dan anak terlantar banyak mendapat perhatian. Dari pada banyak harta tapi tdk pernah merasa kaya. salut buat tuan Warren Buffet
    • @Bung Astasoma : di Indonesia sudah ada kok Bung :) beberapa trader di Indonesia secara berkelompok menyisihkan sebagian profit trading-nya secara berkala untuk disumbangkan ke panti asuhan :) Ayo .. jangan mau kalah ama orang bule :D
  • Luar Biasa! jarang ada yang seperti ini... Perlu Belajara SYSTEM THINGKING dari belio!
    • iya bener2 luar biasa si Buffet. Yuk Pak /Bu sama2 kita coba terapkan sikap dermawan dan gaya hidup baru yg cocok dgn keseharian kita :D Kemarin ada temen bilang "beli yang kita butuh, bukan yang kita mau" tapi pas belanja, dia malah beli banyak barang yg sebetulnya kurang begitu penting, alhasil boros. Kadang2 kita tau pikiran, ucapan kita, tapi berbeda dgn perbuatannya. Semoga ke depannya kita semua lebih baik, rejekinya, profitnya, dll. hehehe... :D
    • @Mba Evi : ibarat ilmu padi ya Mba , semakin berisi makin merunduk :) kalau kita punya uang segitu ae, tangan udah gatal pengen beli ini itu ... hahaha :)