Pesanan Mesin Jepang Turun, Surplus Neraca ¥990,2 Miliar

Posted on Sep 08, 2011

Pesanan mesin inti di Jepang turun 8,2% yang disesuaikan secara musiman pada bulan Juli, kantor kabinet mengatakan laporan tersebut pada hari Kamis. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemulihan dari gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu mungkin akan melambat.

Jatuh untuk pertama kalinya dalam 3 bulan terakhir yang menyusul kenaikan 7,7% pada bulan Juni. Pada dasar tahunan, pesanan mesin inti ditambah 4,0% yang mengikuti kenaikan 17,9% pada bulan Juni.

Jumlah pesanan mesin, yang termasuk volatile untuk kapal dan perusahaan listrik terlihat terjadi kontraksi 11,3% pada bulan Juli. Pesanan manufaktur melihat penurunan 5,2% per bulan, jatuh untuk ke-3 kalinya dalam 4 bulan terakhir.

Pesanan non-manufaktur mereda 1,4% per bulan pada bulan Juli. Di sisi lain, pesanan pemerintah menurun 1,7% dan pesanan dari luar negeri ikut turun 9,8% per bulan.

Pada hari Kamis, departemen keuangan mengatakan bahwa Jepang mencatat surplus neraca berjalan sebesar ¥990,2 Miliar pada bulan Juli, angka tersebut lebih kecil dari perkiraan awal yang sebesar ¥1,175,8 Miliar dari ¥526,9 Miliar pada bulan Juni.

Hal tersebut menandai penurunan 42,4% per tahun menyusul turunnya 50,2% pada bulan sebelumnya, para ekonom berharap akan terjadi kontraksi tahunan sebesar 32,5%.

Neraca perdagangan menandai surplus ¥123,3 Miliar pada bulan Juli atau turun 86,3% per tahun. Impor naik 13,6% per tahun ke ¥5,407 Triliun Yen, rekening keuangan melihat defisit sebesar ¥754,4. Sementara itu, neraca modal mencatat surplus sebesar ¥1,3 miliar.

Pada akhirnya, Bank of Japan (BOJ) mengatakan bahwa pinjaman bank di Jepang turun 0,5% pada bulan Agustus. Berdiri di ¥392,201 Triliun yang mengikuti kontraksi 0,6% per tahun pada bulan Juli.

There are no comments yet

  • Hello, guest