Penurunan Persetujuan Bangunan Australia Melebihi Perkiraan Awal

Posted on Nov 02, 2011

Persetujuan bangunan Australia yang menjadi indikator utama dari tingkat umum pada kegiatan ekonomi, lapangan kerja dan investasi, turun dari yang diharapkan oleh para ekonom di bulan September. Biro statistik Australia menunjukkan angka terbaru tersebut pada hari Rabu.

Jumlah izin yang dikeluarkan untuk membangun dan merenovasi rumah-rumah serta apatemen di Australia menurun 13,6% di bulan September, menyusul kenaikan 10,7% pada bulan sebelumnya. Penurunan itu lebih suram dari perkiraan para ekonom yang memperkirakan penurunan 4,9%.

Setiap tahunnya, jumlah izin yang dikeluarkan turun 12% terhadap ekspektasi untuk peningkatan 0,1% yang diikuti penurunan 5,3% pada Agustus. Kantor Biro melaporkan bahwa nilai keseluruhan persetujuan pembangunan di bulan September turun 13,3% dari bulan Agustus.

Nilai persetujuan bangunan perumahan turun 9,4% per bulan, dan nilai non-perumahan turun 19,9%. Jumlah bangunan tempat tinggal yang disetujui pada bulan September sebesar 1,1%, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal itu menunjukkan bahwa sektor perumahan diperkuat sikap bank sentral yang sedikit lembek pada kebijakan moneter setelah menjatuhkan tingkat suku bunga pada beberapa bulan lalu.

Pada pertemuan kebijakan moneter kemarin, Reserve Bank of Australia (RBA) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. Biaya pinjaman Australia merupakan yang tertinggi di negara maju lainnya.

Aktivitas perumahan diharapkan untuk mendapatkan dorongan lebih lanjut dari penurunan suku bunga RBA. RBA mempertahankan suku bunga tidak berubah selama 1 tahun terakhir, dalam pandangan dari gangguan pasar keuangan global.

Bank sentral mengatakan bahwa inflasi sedang mengalami pendinginan dan kebutuhan yang mendukung pertumbuhan yang moderat, kecuali di sektor sumber daya. Menurut data dari kantor statistik, harga rata-raa untuk rumah yang ada di kota besar Australia turun 1,2% pada kuartal ke-3 (Q3).

Krisis Eropa membebani kegiatan ekonomi di Australia, akan tetapi pemerintah belum sepenuhnya menilai dampak kisis pada perekonomian domestik. Sebuah ancaman bau muncul dari Perdana Menteri Yunani – George Papandreou yang menyerukan refeendum mengenai dana bailout kemarin.

There are no comments yet

  • Hello, guest