RBA Potong PDB Dan Inflasi Di Tengah Krisis Eropa

Posted on Nov 04, 2011

Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Jumat menurunkan perkiraan pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi, tindakan itu mencerminkan perkembangan terakhir baik dalam ekonomi domestik dan global.

Bank sentral memperingatkan bahwa hasil buruk di Eropa akan merugikan perekonomian Australia, dan inflasi kemungkinan akan menurun. Dalam pernyataan kebijakan moneter setiap kuartal, bank sentral memotong proyeksi pertumbuhan per tahun yang berakhir pada Juni 2012 mernjadi 4% dari perkiraan semula 4,5%.

Untuk bulan Desember 2011, perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) secara tahunan diturunkan menjadi 2,75% dari 3,25% pada bulan Agustus. Pertumbuhan ekonomi untuk tahun yang berakhir pada Juni 2013 diperkirakan antara 3% sampai 3,5%, lebih lemah dari 3,75% yang diperkirakan pada bulan Agustus.

Menurut laporan itu, prospek jangka dekat untuk ekonomi non-pertambangan secara keseluruhan masih tetap tenang. Resiko terbesar dari yang diperkirakan oleh bank adalah utang dan masalah perbankan di kawasan Euro.

Seperti inflasi diharapkan dapat konsisten dengan target 2% sampai 3%, dan dengan pertumbuhan di luar sektor sumber daya yang moderat. RBA mengurangi tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% pada Selasa setelah menahan kestabilan di 4,75% sejak November 2010.

RBA mengatakan, dewak akan terus menetapkan kebijakan moneter sehingga dapat konsisten dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, dan inflasi berada di 2% sampai 3% dari waktu ke waktu.

Sementara itu, krisis Eropa akan berdampak pada perekonomian domestik dengan adanya penurunan harga aset, dan lemahnya keyakinan rumah tangga serta bisnis. Inflasi untuk 1 tahun hingga 2012 diturunkan menjadi 2% dari prediksi sebelumnya sebesar 2,5%, bank sentral mengatakan.

Menurut RBA, kemungkinan dalam penurunan ekonomi global yang signifikan merupakan resiko downside yang utama untuk inflasi. Resiko inflasi utama berasal dari pertumbuhan dalam biaya per unit berubah menjadi lebih cepat dari yang diharapkan saat ini, karena pertumbuhan produktivitas yang rendah.

There are no comments yet

  • Hello, guest