Apa Langkah Yunani Bisa Selamatkan Semua Orang ?

Posted on Nov 07, 2011

Perdana Menteri (PM) Yunani – George Papandreou menutup kesepakatan dengan oposisi untuk menyetujui bailout internasional, rincian secara keseluruhan masih terlihat sedikit meskipun Uni Eropa memberikan ultimatum ke Athena untuk menanggapi serius mengenai masalah ini yang semakin membesar.

Yunani sendiri akan kehabisan uang dalam beberapa pekan ke depan, Uni Eropa mengatakan kepada partai politik agardapat menjelaskan pada Senin malam (waktu Eropa) bagaimana mereka akan membentuk pemerintah yang baru untuk mendapatkan dana bailout sebesar €130 Miliar ($180 Miliar).

Papandreou, yang pada pekan lalu berupaya untuk memanggil referendum mengenai bailout akan turun ketika pemerintah yang baru mengambil alih, menurut kutipan dari kantor Presiden Yunani.

Sebaliknya, Papandreou dan pemimpin partai oposisi – Antonis Samaras datang untuk memenuhi panggilan Brussels, dan mereka masih harus setuju untuk memilih PM berikutnya dalam memimpin sebuah bangsa yang telah menggoyahkan seluruh zona Eropa.

Mantan Wakil Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) – Lucas Papandemos berkemungkinan akan menjadi satu-satunya calon kuat untuk menggantikan Papandreou, menurut kutipan dari media Yunani hari Senin.

“Akhirnya!. Langkah besar pertama telah diambil untuk menyelamatkan negara,” kata-kata tersebut yang terpampang di halaman depan surat kabar Ta Nea pada hari Senin. Sedangkan harian surat kabar Kathimerini menulis “Suatu kemenangan pertama.”

“Saya khawatir pemerintah yang baru ini tidak menyelesaikan masalah, malah akan membuat masalah ini semakin suram,” kata Stefanos Manos – mantan Menteri Keuangan yang konservatif.

Di Athena sendiri, banyak orang Yunani yang menderita agar masalah utang negara dapat cepat terselesaikan, pemotongan dana pensiun dan kehilangan pekerjaan secara besar-besaran dalam 2 tahun terakhir.

“Apakah kita (warga Yunani) terselamatkan ?. Saya pikir pemerintah harus menghentikan praktek pajak yang selalu menyusahkan rakyat, dan kantong rakyat akan semakin kosong,” kata Nikos Stratakis (49), seorang sopir taksi.

“Hore, kita diselamatkan!” kata sinis dari George Vihos – tukang ledeng. “Bukankah kita orang-orang yang tidak menginginkan langkah-langkah penghematan tersebut ?, mengapa kita harus ikut merayakan keberhasilan mereka yang akan memberikan rasa sakit kepada kita.”

There are no comments yet

  • Hello, guest