IMF: Sistem Perbankan Cina Tergolong Rawan

Posted on Nov 15, 2011

Cina harus mempercepat reformasi suku bunga, dan membiarkan mata uangnya bisa bebas diperdagangkan. Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan hal itu pada hari Selasa, dan memperingatkan bahwa sistem perbankan Cina menghadapi penumpukan yang stabil pada keuangan yang akan mengalami kerentanan.

Dalam tinjauan pertama dari sistem perbankan Cina, IMF khawatir akan kualitas aset bank-bank domestik setelah boomingnya kredit akhir-akhir ini, pinjaman luar sektor perbankan, tingginya harga real estate dan ketidakseimbangan yang dihasilkan oleh model dari pertumbuhan ekonomi bangsa.

Ini merupakan peringatan bahwa sistem perbankan akan terkena dampaknya, jika beberapa resiko ini berdatangan dengan waktu yang sama. Namun IMF mengatakan sebagian dari 17 bank komersial Cina terbesar tampaknya tahan terhadap guncangan akan terisolasi dari dunia luar.

Menanggapi penilaian IMF, Bank Rakyat Cina (PBOC) pada hari Selasa mengatakan bahwa beberapa reformasi yang direkomendasikan tidak cukup untuk mencapai tujuan.

Namun, PBOC juga mengatakan bahwa laporan IMF secara keseluruhan memuju sistem perbankan dan mengatakan bahwa Beijing harus tetap fleksibel dalam memajukan reformasi kebijakan suku bunga di luar kemajuan substansial yang telah dibuat.

“Saat ini, pemerintah sangat menyadari masalah. Akan tetapi mereka juga memiliki masalah lain, seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” kata Ben Kwong – Asia Chief Operating Officer di KGI. “Beijing telah memperketat kontrol sistem perbankan, tapi kalo terlalu ketat maka akan mempengaruhi pertumbuhan juga,” lanjutnya.

There are no comments yet

  • Hello, guest