IMF: Hong Kong Hadapi Resesi Jika Krisis Eropa Semakin Memburuk

Posted on Nov 16, 2011

Perekonomian Hong Kong berkemungkinan untuk jatuh menuju resesi dalam peristiwa downside pada krisis Eropa akhir-akhir ini, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan hal itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Rabu.

Kejutan downside yang mendadak telah mengurangi pertumbuhan global sekitar 3%. Hong Kong sendiri akan jatuh ke dalam resesi dengan jatuhnya pertumbuhan 4% – 4,5% di bawah perkiraan awal, kata IMF.

Resiko di wilayah Eropa telah meningkat atas ketidakpastian kebijakan yang berinteraksi dengan jenis dana gabungan dan tekanan sektor perbankan, hal itu akan memberi asupan ke ekonomi riil. Hong Kong nantinya akan terkena pukulan keras baik melalui jalur perdagangan dan keuangan, menurut laporan tersebut.

Resiko lain yang dihadapi oleh daerah administrasi khusus Cina adalah kemungkinan penurunan tajam. Jika resiko itu terwujut, maka akan menciptakan guncangan yang signifikan dalam perekonomian Hong Kong melalui beberapa jalur transmisi.

“Perdagangan barang dan jasa akan menurun, pasar ekuitas Hong Kong akan jatuh, kualitas kredit yang diberikan kepada perusahaan kecil akan melemah, dan keyakinan secara keseluruhan akan terkena dampak negatif,” kata laporan itu.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat mereda menjadi 5,75% pada tahun ini, dan memperlambat menjadi 4% pada 2012 karena permintaan eksternal yang lemah.

Mengacu pada pertumbuhan kredit yang pesar di kawasan itu. IMF mengatakan hal ini memiliki potensi semakin memburuknya kualitas kredit rata-rata, terutama jika ayunan siklus bisnis beralih ke arah sebaliknya. Kenaikan pinjaman juga akan menciptakan ketegangan pada pendanaan bank.

There are no comments yet

  • Hello, guest