Bank of England Menurunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Posted on Nov 17, 2011

Bank Inggris atau Bank of England (BOE) mengharapkan inflasi turun di bawah target dalam 2 tahun mendatang, dan melihat pertumbuhan ekonomi di bawah 1% pada 2012 yang terpengaruh oleh meningkatnya krisis utang Eropa.

Prospek ekonomi yang lemah kemungkinan akan membuka jalan bagi pelonggaran kuantitatif lagi. Laporan inflasi kuartalan pada hari Rabu, bank Inggris mengatakan bahwa inflasi telah diatur akan mengalami penurunan hingga tahun 2012.

“Seberapa jauh dan seberapa cepat inflasi akan jatuh masih belum bisa dipastikan,” ujar bank. Inflasi yang terlihat lebih cenderung berada di bawah daripada di atas target 2% pada perkiraan awal.

Inflasi telah melambat menjadi 5% pada Oktober. Kemarin, Gubernur bank Inggris – Mervyn King mengatakan dalam surat terbuka kepada Kanselir bahwa inflasi akan turun tajam dalam 6 bulan mendatang atau lebih, sebagai daya dorong dari tekanan harga eksternal yang menghilang dan PPN.

Proyeksi inflasi terbaru mendukung ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap berada di 0,50% pada masa yang akan datang. Menurut BOE, implementasi dari respon kebijakan yang kredibel dan efektif di kawasan Eropa akan membantu mengurangi ketidakpastian, dan mendukung pertumbuhan Inggris.

Perkiraan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa suku bunga bergerak sejalan dengan suku bunga pasar, dan ukuran program pembelian aset tetap di £275 Miliar.

Memburuknya krisis di zona Eropa meningkatkan ketegangan di bidang perbankan bersama dengan konsolidasi fiskal, dan menekan pada pendapatan riil rumah tangga yang cenderung mengimbangi berat terhadap pertumbuhan Inggris dalam jangka pendek, bank menilai.

King mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berkemungkinan akan melemah di kuartal mendatang. Dia juga mengatakan bahwa bank-bank yang ada di Inggris masih dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan dengan bank-bank lain yang ada di benua Eropa.

Sekarang BOE memperkirakan sekitar 1% para pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2012, yang membandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 2%. Untuk 2013, pertumbuhan ekonomi terlihat di dekat 2,5% bukan di 3%.

Kepala ekonom IHS Global Insight – Howard Archer mengatakan, “secara tidak langsung, Gubernur King telah menyebutkan resesi yang implikasinya adalah bahwa hal itu adalah resiko yang sangat nyata, terutama jika peristiwa di zona Eropa dan memburuknya kondisi kredit akibat pengetatan.”

There are no comments yet

  • Hello, guest