Tips Trading – Strategi Intraday Trading

Posted on Feb 15, 2012

intraday tradingDari beberapa trader yang saya temui, kebanyakan dari mereka melakukan beberapa kali open posisi trading setiap harinya. Tapi bukankah semakin banyak posisi trading juga mengakibatkan semakin besar resiko yang kita tanggung?

Sebagian besar dari mereka mengaku bahwa trading harian (intraday trading) mungkin telah menjadi suatu tantangan tersendiri, hobby bahkan suatu kecanduan. Dari hal tersebut mereka akhirnya “hafal” dengan “tingkah-laku” market / chart setiap harinya dan pada akhirnya mereka mampu mengembangkan suatu “rumus-rumus” yang dapat digunakan untuk “mengalahkan” market dan mengantongi lebih banyak profit setiap harinya.


Berikut adalah tips yang biasa digunakan dalam melakukan intraday trading dengan sukses

1. Tradinglah sesuai dengan trend harian yang terjadi

Trading dengan mengikuti trend yang terjadi akan meminimalisir resiko yang kita ambil sekaligus memaksimalkan kemungkinan profit. Anda bisa menggunakan garis trendline untuk membantu menentukan titik open posisi yang bagus.


2. Kesabaran, tunggu waktunya koreksi

Trendline akan membantu untuk memperlihatkan bagaimana market bergerak secara bergelombang (waves). Trendline kira-kira akan menjadi panduan dimana gelombang harga akan dimulai dan berakhir.

support resistance_3

Ketika ingin membuat open posisi BUY, tunggulah ketika harga bergerak turun mendekati trendline, dan begitu pula sebaliknya. Dengan kesabaran, secara otomatis kita juga memperkecil resiko kita untuk loss.


3. Take profit

Karena harga bergerak secara bergelombang (waves), maka kita ingin keluar posisi sebelum harga terkoreksi. Intraday trader tentunya ingin mengamankan profit yang sudah berjalan sebelum koreksi harga mengambilnya, dan selanjutnya mempersiapkan open posisi pada koreksi berikutnya.

Ada 2 aturan simple yang bisa digunakan saat melakukan take profit ketika trading mengikuti trend.

  • Dalam kondisi uptrend atau posisi BUY, lakukan take profit sedikit diatas harga tertinggi yang terjadi sebelumnya
  • Dalam kondisi downtrend atau posisi SELL, lakukan take profit sedikit dibawah harga terendah yang terjadi sebelumnya.

The Bottom Line

Trader yang melakukan trading setiap harinya (day trader) dianjurkan untuk trading sesuai arah trend dan dengan sabar menunggu momen yang tepat untuk melakukan open posisi dengan resiko terendah. Trendline dapat digunakan untuk memandu dalam mendapatkan titik open posisi yang baik, sekaligus juga titik taking profit.

Benarkah intraday trading menjadi suatu tantangan tersendiri?
Bagaimana pengalaman anda dalam intraday trading?


9 comments

  • Hello, guest
  • mas pratama bagi tipsnya dong...supaya profit terus.... he..he.. soalnya saya seringnya sudah profit loss lagi... ada trader dari bali ga ya siapa tau bisa sharing
  • @masMustamin klo baiknya narik garis trendline pada TF H4 dan H1 kalau untuk intraday
  • klo..menarik garis trendline di setting Time Frame berapa ya..? apakah bebas saja...M1, M30 atau lainnya? help...
  • pokoknya,,,sik asik kata ayu tingting kalau profit,,, pokokny,,,ngjengkelin kalau loss kata Jeng Kelin,,,
  • ya..memang pada intinya trading harus menunggu momen..kapan harus sell and buy. terkadang harga bergerak pada pagi, siang bahkan malem hari.
  • maaf gan secara teknis, trendline yang digunakan apa? ma, sma, ema? dg parameter berapa? 100, 10, 50, dan pada time frame berapa yang bisa lebih kecil resikonya? terima kasih
    • @Bung Wiprada: Trendline adalah hal yang berbeda dengan ma,sma dan ema. MA , SMA dan EMA adalah varian indikator dari Moving Average. Untuk penjelasan mengenai Trendline dapat anda baca di wikipedia : http://en.wikipedia.org/wiki/Trend_line_(technical_analysis)