Investor Lari ke Dolar AS, Emas Makin Tertekan

Posted on May 15, 2012

Harga emas jatuh ke titik terendah selama 4,5 bulan terakhir. Kejatuhan ini terimbas penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, para investor juga menjual aset berisiko setelah situasi politik di Yunani mengarahkan negara tersebut pada default, dan memperburuk krisis utang zona euro.

“Penjualan emas ini bentuk dari kekhawatiran lanjutan Eropa, khususnya Yunani. Emas pun dijual menutupi aset risiko. Kami juga melihat tekanan pada euro terhadap dolar AS terus berlanjut,” kata ekonom senior CIBC World Markets di Toronto Peter Buchanan, seperti dilansir dari Reuters pada hari Selasa (15/5/2012).

Harga spot emas mencapai sesi terendah sejak 30 Desember 2011 menjadi USD1.556,50 per troy ons. Emas sedikit menguat ke USD1.561,55 per troy ons pasca perdagangan, meski begitu emas masih merosot 1,1 persen dari penutupan akhir pekan kemarin di USD1.578,30 per troy ons.

Sementara emas berjangka, Comex gold untuk pengiriman Juni merosot USD23 atau 1,38 persen, dan menetap di USD1.561 per troy ons, setelah sempat diperdagangkan pada USD1.555, terendah sejak 29 Desember.

Emas telah bergerak bersama-sama dengan aset berisiko tahun ini karena gejolak di Eropa tenggelam euro dan investor kembali dengan keselamatan dolar, kata para analis.

“Emas berada di bawah tekanan, sementara dolar AS dipandang sebagai tempat yang aman saat ini. Selama dolar As menguat terhadap euro, ini jelas membebani harga emas,” kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

“Saya tidak akan terkejut jika emas akan menguji resistance di USD1.520 per ounce. Jika resistance tersebut terlewati, bukan tidak mungkin emas berada di bawah USD 1.500,” tambahnya.

Euro jatuh ke level terendah dalam hampir empat bulan terhadap dolar AS, di tengah kekhawatiran Yunani didepak dari euro, menyebabkan kekhawatiran di zona euro yang menuju pada resesi.

There are no comments yet

  • Hello, guest