SBY Akan Mengevaluasi Kembali Kemungkinan Menaikkan Harga BBM

Posted on Jan 28, 2013

sby

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berada di bawah tekanan untuk menaikkan harga bahan bakar dan mengurangi impor minyak menjelang pemilu tahun 2014.

Pemerintah mungkin akan perlu meningkatkan subsidi harga bahan bakar tahun ini, menurut ekonom di Bank of America Corp, Australia & Selandia Baru Banking Group Ltd, Standard Chartered Plc, PT Bank Danamon Indonesia dan Analytics Moody. SBY dikatakan akan mengevaluasi biaya energi dalam beberapa minggu ke depan.

Presiden telah menghindari menaikkan harga BBM sejak protes merebak pada kenaikan awal tahun lalu, menyoroti di mana kerusuhan bisa membesar setelah melonjaknya biaya hidup setelah penggulingan diktator Soeharto pada tahun 1998.

Subsidi bahan bakar yang berada di bawah harga pasar internasional dan meningkatnya permintaan impor akan energi di negara keempat di dunia yang paling padat penduduknya telah berakibat melebarnya neraca perdangan Indonesia dan penurunan sebesar 5,9 persen nilai tukar rupiah tahun lalu.

“Ini adalah dilema bagi presiden,” kata Fauzi Ichsan, ekonom senior di Standard Chartered dan mantan analis di Kementrian Keuangan RI. “Jika presiden menaikkan harga BBM, itu tidak akan menjadi baik secara politik, namun tanpa peningkatan, defisit current account akan tetap tinggi dan rupiah akan terus menurun, menambahkan imported inflation.”

Harga minyak di pasar dunia telah naik sebesar $10 per barrel terhitung sejak bulan Oktober tahun lalu dipengaruhi oleh sentimen bahwa pemulihan ekonomi di China, AS dan Eropa telah menunjukkan tanda-tanda positif.

There are no comments yet

  • Hello, guest