Mungkin anda sudah sering sekali membaca artikel mengenai belajar analisa support dan resistance tetapi anda pasti masih bingung dan belum begitu mengerti maksud dari support dan resistance.

Disini kami akan memberikan contoh studi atas Support dan Resistance dengan menggunakan ilmu ekonomi Supply dan Demand, yang pastinya akan membantu anda untuk lebih memahami maksud dari Support dan Resistance.

Seperti yang kita ketahui bahwa supply & demand adalah fondasi dari pasar. Supply merujuk pada seberapa banyak jumlah pasokan yang bisa disediakan oleh pasar. Sedangkan, Demand merujuk pada seberapa banyak jumlah (suatu produk) yang diinginkan oleh pembeli.

Prinsip Supply

Pasokan (penawaran) yang melebihi jumlah permintaan di pasar akan membuat harga menjadi turun. Tentunya saat harga rendah, pasokan yang ada di pasar akan dikurangi. Sebaliknya jika harga semakin tinggi, maka pasokan akan terus ditambah. Hubungan antara harga (Price – P) dan jumlah pasokan (Quantity – Q) pada supply, sebagai berikut :

Prinsip Demand

Jika permintaan melebihi jumlah pasokan yang bisa disediakan di pasar, maka harga akan naik. Jika harga ditetapkan terlalu tinggi dari kemampuan beli, maka akan berdampak pada berkurangnya jumlah permintaan. Pun berlaku sebaliknya, permintaan akan meningkat seiring dengan semakin rendahnya harga yang ditetapkan.

 

Pada demand, hubungan antara harga (Price – P) dan jumlah permintaan (Quantity – Q), sebagai berikut :

Support & Resistance

Dalam forex trading, kita mengenal term support dan resistance yang dipengaruhi oleh sentimen pasar. Jika sentimen beli melebihi jual, maka akan membentuk support. Sebaliknya jika sentimen jual melebihi beli, maka resistance akan terbentuk.

Belajar Analisa Support dan Resistance pada Trading Forex

Seperti halnya pasar yang kita kenal saat ini, supply dan demand memengaruhi bagaimana sentimen pasar. Prinsip demand memengaruhi sentimen beli (jumlah permintaan). Sentimen beli akan meningkat ketika harga turun hingga batas yang bisa diterima oleh seller. Sehingga, buyer akan mendominasi pasar. Dengan kata lain, profit akan diperoleh saat buy di support.

 

Sedangkan, prinsip supply memengaruhi sentimen jual (jumlah pasokan atau penawaran). Saat harga naik hingga batas yang bisa diterima oleh buyer, maka sentimen jual akan meningkat. Pada situasi ini, seller akan mendominasi pasar. Oleh karena itu, kita akan memperoleh profit saat sell di resistance.

 

Kita – mungkin, memiliki pertanyaan yang sama, “Bagaimana kita bisa mengidentifikasi support dan resistance secara tepat?”. FuturesGalleriaBlog telah menyempurnakan metode trading “Ranging” yang bisa mengidentifikasi batasan-batasan tersebut. Kami juga menyempurnakan metode trading “Breakout” yang bisa mengantisipasi pergerakan harga saat batasan-batasan ditembus. Sehingga, kita bisa memperoleh profit dalam situasi apapun.

 

Metode trading sekelas bank ini telah menghasilkan $154,690.00 dalam 2 tahun. Metode trading “Ranging” dan “Breakout” cocok untuk anda yang ingin mendapatkan profit lebih besar.

 

Gabung bersama kami dan dapatkan gratis daily signal setiap harinya di sini. Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi layanan Live Chat kami.

linkedin share
Subscribe

There are no comments yet

  • Hello, guest