Emas Menguat Setelah Korea Utara Mengumumkan Percobaan Bom Nuklir

Posted on Sep 22, 2017

Emas-Menguat-Setelah-Korea-Utara-Mengumumkan-Percobaan-Bom-Nuklir

Di hari ini (Jumat, 22 September 2017), harga komoditi emas di pasar Asia kembali menguat menyusul berita terbaru dari Korea Utara yang mengatakan bahwa pihaknya akan segera menguji coba bom nuklir di Samudra Pasifik dalam waktu dekat.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap memberitakan bahwa Mentri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, percaya bahwa Korea Utara sedang mempertimbangkan untuk melakukan pengetesan bom hidrogen di Samudra Pasifik. “Pengetesan bom hidrogen ini akan dilakukan pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” Ri Yong Ho melanjutkan.

bom korea

Ri Yong Ho mengatakan hal ini di depan para wartawan di New York ketika seorang wartawan menanyakan apa maksud dari pimpinan Korea Utara, Kim Jong Un, yang mengeluarkan kalimat ancaman “tindakan balasan paling hebat dalam sejarah” yang ditujukannya kepada Amerika Serikat. Ri Yong Ho mengartikan ucapan pemimpinnya dengan kalimat “Korea Utara sedang menimbang-nimbang pengetesan bom hidrogen.”

Harga emas mulai menguat

Menyusul pernyataan dari menteri luar negeri Korea Utara tersebut, harga emas pun mulai menanjak. Tercatat hari ini harga emas naik 0,36% ke angka $1,299.48 per troy ounce. Padahal sehari sebelumnya harga emas terus turun karena para investor menilai suhu geopolitik di Korea Utara mulai mendingin karena tidak adanya tindakan lanjutan dari Korea Utara atau pun Amerika Serikat.

emas bloomberg 22 sep

Beberapa hari sebelumnya, harga emas sempat naik walau pun tidak signifikan dikarenakan para investor menunggu pengumuman kebijakan ekonomi yang akan dijalankan oleh bank sentral Amerika Serikat atau yang lebih dikenal sebagai The Fed. Ada indikasi bahwa bank sentral paling berpengaruh di dunia itu akan mengurangi saldonya setelah lebih dari 9 tahun menjalankan kebijakan “Quantitative Easing” yang bertujuan menjaga kestabilan ekonomi negara Paman Sam tersebut.

Sekarang di tahun 2017 ini pemerintah Amerika Serikat menjalankan kebijakan ekonomi yang berlawanan dengan “Quantitative Easing”, yakni “Quantitative Tightening”. Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump percaya bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tidak akan terganggu meski kebijakan pengurangan saldo The Fed diberlakukan. Mulai bulan Oktober 2017, bank sentral akan mengurangi saldo mereka sebesar 50 miliar dolar dan akan dilanjutkan tiap bulannya hingga tahun 2020.

fomc

Para investor melihat kebijakan ini akan membuat suku bunga di Amerika meningkat di luar ekspektasi mereka. Seperti kita ketahui, harga emas sensitif terhadap naik turunnya suku bunga dan membuat para investor memburu aset-aset seperti emas yang sudah terbukti sebagai aset yang aman.

Di luar itu, pemberitaan mengenai kemungkinan uji coba bom hidrogen oleh Korea Utara ikut mendongkrak harga emas naik di hari ini. Ketakutan akan datangnya perang dunia ketiga karena provokasi Korea Utara melalui pengetesan bomnya membuat para investor buru-buru mengambil langkah mengamankan nilai kekayaan mereka dengan membeli emas, baik itu dalam bentuk emas fisik atau pun investasi emas secara online.

Waktunya berinvestasi emas online!

Ini adalah kesempatan yang paling baik buat anda sebagai trader untuk mendapatkan keuntungan dari trading emas online. Pergerakan harga emas di pasar online sangat sensitif dengan faktor-faktor seperti rasa takut. Kemungkinan akan datangnya konflik dalam skala global akan membuat para investor merasa ketakutan dan memburu emas baik dalam bentuk fisik atau pun dalam bentuk investasi online untuk mengamankan nilai kekayaan mereka.

Manfaatkan kesempatan ini untuk membuka akun premium dan mulai trading emas online sekarang juga. Bila anda masih memiliki pertanyaan seputar trading emas online, anda bisa menghubungi live chat support kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

BUKA AKUN PREMIUM SEKARANG

There are no comments yet

  • Hello, guest