Apa Itu Pip dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

Posted on Dec 18, 2017

Apa-Itu-Pip-dan-Bagaimana-Cara-Mengukurnya

Di dunia trading forex, anda akan sering menemukan istilah-istilah yang mungkin terdengar asing di telinga anda, apalagi anda adalah seorang trader pemula. Namun dibandingkan dengan istilah-istilah seperti swap, rollover, leverage, anda akan lebih sering menemui istilah pip serta lot.

Di artikel kali ini kita akan membahas mengenai pip secara lebih mendetail. Kami menyarankan anda membaca pelan-pelan artikel ini, karena membahas pip akan melibatkan banyak perhitungan matematika.

Tak hanya itu, pastikan anda membaca artikel ini sampai selesai karena kedua istilah ini akan anda temui dan perhitungannya akan digunakan dalam keseharian trading anda. Jangan dulu mulai trading dengan akun real sampai anda paham betul cara menghitung dan menggunakan pip.

Pengertian pip, pipettes dan cara menghitungnya

Secara harafiah, pip adalah satuan untuk mengukur perubahan harga dari sebuah kurs. Sebagai contoh, bila harga EUR/USD naik dari 1.2301 ke 1.2302, kenaikan sebanyak 0.0001 itu adalah satu pip. Trader forex menyebut angka desimal terakhir dalam sebuah quote sebagai pip. Pada umumnya, kurs di forex memiliki 4 angka di belakang koma, namun ada juga kurs yang hanya memiliki dua angka di belakang koma, yakni Yen Jepang.

Standar jumlah angka di belakang koma yang digunakan para broker adalah empat angka, atau dua angka untuk kurs Yen Jepang. Namun ada juga broker yang menggunakan lima atau tiga angka desimal untuk setiap kurs yang digunakan. Pergerakan angka desimal terakhir di kurs seperti ini disebut dengan pipettes. Contoh, harga USD/JPY turun dari 112.807 ke 112.806. Pergerakan penurunan harga sebanyak 0.001  ini adalah 1 pipettes.

Setelah mengetahui tentang pip dan pipettes, selanjutnya kita akan membahas mengenai cara perhitungan nilai dari sebuah pip. Perlu diketahui bahwa nilai pip dari satu quote dengan quote yang lainnya itu berbeda-beda. Untuk lebih memudahkan penjelasan mengenai perhitungan nilai pip ini, kita akan menggunakan kurs dengan empat angka desimal. Berikut contohnya:

Contoh 1: EUR/USD = 1.1700

Cara baca dari kurs di atas adalah 1 EUR/1.1700. Bila kita mengalikan nilai tukar dari quote currency dengan rasio kurs, maka kita akan mendapatkan nilai pip. Jelasnya seperti berikut:

[0.0001 USD] x [1 EUR/1.1700 USD]

atau sederhananya

[(0.0001 USD) / (1.1700 USD)] x 1 EUR = 0.00008548 USD per unit yang ditrading

Jika modal yang digunakan sebesar 10.000 unit EUR/USD, maka pergerakan 1 pip kurang lebih akan memiliki nilai sebesar 0.85 EUR (0.00008548 x 10.000).

Namun tidak semua orang trading menggunakan EUR/USD pada saat trading. Hal ini berarti nilai pip harus diterjemahkan ke dalam bentuk mata uang yang anda gunakan pada saat trading. Perhitungan di atas bisa dibilang yang paling mudah digunakan. Dengan membagi dan mengalikan beberapa angka, anda sudah bisa mendapatkan nilai pip.

Pertanyaannya sekarang, “haruskah saya melakukan perhitungan yang rumit seperti ini setiap kali saya mau trading?” Jawabannya: TIDAK. Hampir semua broker forex di dunia sudah melakukan perhitungan ini secara otomatis untuk anda. Tapi, dengan mengetahui dasar perhitungan ini, paling tidak anda tahu bagaimana anda mendapatkan keuntungan dari trading forex.

Kini kita sudah tahu apa itu pip dan bagaimana caranya menghitung nilai 1 pip dari kurs yang anda gunakan pada saat trading. Berikutnya, kita akan pelajari istilah yang sering digunakan oleh para trader selanjutnya, yakni LOT. Pencet saja tombol di bawah ini untuk melanjutkan membaca mengenai lot.

Apa Itu Lot dan Dampaknya Terhadap Trading?

There are no comments yet

  • Hello, guest