Jenis-Jenis Order di Trading Forex

Posted on Dec 18, 2017

Jenis-Jenis-Order-di-Trading-Forex

Order yang dimaksud di sini tidaklah sama dengan order yang anda temui saat anda mengunjungi restoran atau rumah makan. Order yang ada di trading forex lebih mengacu pada bagaimana cara yang anda inginkan untuk masuk atau keluar dari pasar forex.

Kali ini kita akan membahas secara lebih mendalam tipe-tipe order yang umum dilakukan oleh para trader. Ada beberapa jenis order yang bisa anda jalankan saat trading. Buat trader pemula, penting untuk mengetahui fungsi dari masing-masing order agar anda bisa memaksimalkan keuntungan yang bisa anda dapatkan. Berikut ini adalah tipe-tipe order di trading forex:

Market Order

Order di trading forex yang pertama dan paling umum dilakukan oleh para trader adalah market order. Secara harafiah, pengertian dari market order adalah order untuk beli atau jual di harga terbaik yang tersedia saat itu. Contohnya, harga bid untuk USD/JPY saat ini berada di 112.345, sedangkan harga ask-nya di kisaran 112.360.

Jika anda ingin buka order USD/JPY, maka anda akan dikenakan harga ask, yakni 112.360. Saat anda memencet tombol buy di metatrader 4 (MT4), maka MT4 akan membuka order untuk anda di harga tersebut.

Hal ini sama seperti ketika anda membeli sayur di pasar. Anda datang ke salah satu penjual, lalu bertanya berapa harganya 1 ikat bayam kepada sang penjual. Sang penjual bilang kalau harga 1 ikat bayam adalah Rp. 2000. Anda setuju dengan harga tersebut, lalu anda pun membelinya. Bedanya di forex, yang anda beli adalah mata uang, bukanlah sayur.

Limit Entry Order

Limit entry adalah order BUY yang ditempatkan di bawah harga pasar atau SELL di atas harga pasar. Berikut ilustrasi gambarnya:

limit-orders

Mari kita gunakan kembali contoh pair USD/JPY sebelumnya, yang mana harganya sedang berada di level 112.345. Melalui analisis yang anda lakukan, anda percaya bahwa harga akan turun setelah naik level 112.355. Lalu anda membuka order SELL LIMIT di level 112.355.

Anda bisa saja duduk di depan monitor komputer anda dan menunggu sampai harga bergerak ke level 112.355, atau anda buka order sell limit di angka 112.355, lalu tekan tombol ALT+TAB dan kembali menonton drama korea yang sedang seru-serunya.

MT4 akan secara otomatis membuka order sell ketika harga menyentuh angka 112.355. Enak kan? Limit entry order ini bisa anda gunakan jika anda percaya bahwa harga akan memantul kembali ke arah sebelumnya, setelah menyentuh harga yang sudah anda tentukan.

Stop Entry Order

Order yang satu ini bisa dibilang kebalikan dari limit entry order. Dalam prakteknya, order BUY ditempatkan di atas harga pasar, atau SELL di bawah harga pasar.

stop-order

Dari contoh USD/JPY di atas, harga sedang berada di level 112.345. Dari analisis, anda percaya harga bergerak turun jauh ke bawah. Maka dari itu anda memasang order SELL STOP di angka 112.325 jika menurut anda harga akan terus turun setelah melewati angka sell stop. Intinya, gunakan stop order jika anda percaya harga akan terus bergerak ke satu arah.

Stop Loss Order

Kalau dua order sebelumnya khusus untuk saat anda masuk ke pasar, sekarang kita akan membahas order yang secara otomatis akan menutup order anda. “Lho, kenapa harus ditutup ordernya?” mungkin itu pertanyaan yang muncul di benak anda. Jawabannya adalah, pergerakan harga di pasar forex itu sangatlah dinamis, dan anda sangat mungkin mengalami kejadian di mana harga bergerak di luar prediksi anda.

Maka dari itu diciptakanlah stop loss order. Jika harga bergerak di luar perkiraan anda, stop loss akan secara otomatis menutup order anda di angka yang sudah anda tentukan. Order yang satu ini sangatlah penting untuk digunakan di setiap trading anda supaya anda terhindari dari hantu menakutkan bernama margin call (MC).

Bila anda sedang membuka posisi LONG, stop loss yang terjadi adalah sell stop order. Sedangkan jika anda sedang buka posisi SHORT, maka stop loss yang terjadi adalah buy stop order. Teruskan membaca untuk penjelasan mengenai kedua hal ini.

Stop order akan terus berjalan sampai anda menutup posisi anda atau anda membatalkan stop order yang sudah anda tetapkan. Contohnya, harga USD/JPY sedang berada di level 112.345. Untuk membatasi kerugian, anda pun memasang STOP LOSS di level 112.315.

Bila kemudian analisis anda ternyata meleset jauh dan harga turun ke 112.315 bukannya malah naik, maka MT4 akan secara otomatis melakukan sell order di harga 112.315, dan menutup posisi anda dengan kerugian sebanyak 30 pips.

Trailing Stops

Trailing stops adalah order stop loss yang mana angkanya terus mengikuti perubahan harga yang terjadi. Contohnya, anda mengambil posisi short untuk pair USD/JPY di harga 112.345 dan menggunakan trailing stop sebanyak 20 pip.

Awalnya stop loss anda berada di angka 112.365. Setelah itu harga bergerak turun ke angka 112.315. Karena anda menggunakan trailing stop, maka stop loss anda ikut bergerak turun ke 112.345. Namun perlu diingat, jika harga bergerak di luar harapan, atau dari contoh USD/JPY yang kita gunakan, harga bergerak naik, level stop loss anda tidak akan ikut bergerak naik.

Dari contoh ini, setelah stop loss bergerak ke angka 112.345, lalu harga bergerak naik, maka posisi anda akan ditutup dalam keadaan impas. Namun, jika harga terus turun hingga mencapai angka 112.300, maka trailing stop akan mengekor ke angka 112.320. Bila kemudian harga bergerak naik, posisi akan ditutup di angka 112.320 dan anda bisa mendapatkan profit sebanyak 25 pip. Mantap!

Kami sangat menyarankan untuk mempraktekkan semua order ini di akun demo! Sebelum anda bisa menganalisis pergerakan harga di pasar forex, gunakan akun demo untuk mencoba jenis-jenis order di atas.

Berikutnya kita akan bahas mengapa belajar trading di akun demo itu penting. Klik tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel yang membahas mengenai trading di akun demo.

Pentingnya Belajar Trading Forex di Akun Demo

There are no comments yet

  • Hello, guest