3 Jenis Analisis Trading Forex yang Harus Anda Ketahui

Posted on Jan 03, 2018

Dasar-MetaTrader-4-Bagian-1-Cara-Buat-Order

Bila anda mengikuti rangkaian tutorial kami dari awal hingga artikel yang membahas mengenai “Kelebihan serta Kekurangan Robot Trading”, berarti anda sudah menguasai dasar-dasar trading forex. Iya, kami tahu. Mungkin materi-materi tutorial seperti sejarah trading forex, prinsip trading forex dan hal-hal yang memengaruhi pergerakan harga forex adalah materi yang sangat membosankan buat anda.

Namun jangan khawatir! Mulai dari artikel ini, kita akan membahas hal-hal yang lebih menarik dan pastinya bisa langsung anda aplikasikan di trading anda. Pembahasan pertama yakni berkaitan dengan analisis. Analisis adalah hal terpenting yang harus anda lakukan sebelum anda memutuskan untuk buka order jual atau beli.

Tanpa analisis, anda tidak akan punya gambaran ke mana harga akan bergerak dan akhirnya akan membuat anda salah pasang posisi yang justru melawan arah pergerakan harga pasar. Menganalisis pergerakan harga sebelum open order akan membuat anda punya gambaran umum apa yang sekarang sedang terjadi di pasar dan mengambil langkah yang tepat untuk mendapatkan keuntungan.

Ada tiga macam analisis pasar forex, diantaranya adalah:

  1. Analisis teknikal
  2. Analisis fundamental
  3. Analisis sentimen

Ada banyak trader yang memperdebatkan manakah analisis yang lebih unggul. Kenyataannya, anda harus menguasai ketiganya agar anda punya sinyal yang kuat pada saat trading. Ketiga analisis ini kalau diibaratkan sama dengan bangku berkaki tiga. Kalau salah satunya tidak kuat, maka anda yang duduk di atasnya pasti akan terguling. Mari kita bahas satu-persatu dari masing-masing analisis:

Analisis teknikal

Analisis teknikal adalah metode yang digunakan oleh para trader untuk mempelajari pergerakan harga di pasar forex. Dasar dari analisis teknikal adalah dengan melihat pergerakan harga yang sudah terjadi sebelumnya untuk memperkirakan kondisi pasar yang sedang terjadi dan potensi pergerakan yang akan terjadi nanti.

Teori dasar dari analisis teknikal adalah semua informasi pasar tercermin dari pergerakan harga yang terjadi. Berdasarkan hal inilah para analis teknikal membuat keputusan untuk masuk ke pasar. Pepatah yang mengatakan bahwa “sejarah akan terus berulang” adalah hal yang dipercaya oleh para trader yang menggunakan analisis teknikal.

Trader yang menggunakan analisis teknikal mencari pola grafik yang pernah terjadi sebelumnya yang mirip dengan pola grafik yang sedang terbentuk saat ini untuk mencari sinyal trading dengan kepercayaan bahwa hal yang sama akan terulang kembali.

Di pasar forex, jika ada seorang trader yang bicara mengenai analisis teknikal, maka hal pertama yang terlintas di pikiran kita adalah grafik. Seorang analis teknikal menggunakan grafik yang ada di MT4 karena cara inilah yang paling mudah untuk mencari data historis gambaran harga.

Banyak trader forex menggunakan analisis teknikal untuk mengidentifikasi tren yang sedang terbentuk atau pola grafik untuk mencari peluang dan mendapatkan keuntungan dari trading yang dilakukan. Namun, perlu juga diketahui bahwa analisis teknikal ini sangatlah subjektif.

Belum tentu dua orang yang menggunakan tipe analisis serta indikator yang sama akan membuat keduanya memiliki pemikiran yang sama tentang ke mana arah pergerakan harga yang akan terjadi. Yang paling penting dari mempelajari analisis teknikal adalah anda mengerti akan konsep dasarnya. Jadi, anda tidak mendadak mimisan saat ada trader lain yang berkoar-koar tentang istilah teknikal seperti Fibonacci, Bollinger bands atau pivot points.

anime-nosebleed

Anda tak perlu merasa rendah diri karena anda belum mengerti istilah-istilah tersebut dan kemudian mengurungkan niat anda untuk menjadi seorang trader. Baca terus rangkaian tutorial dari MRG Forex ini, nantinya anda akan menguasai semua istilah-istilah tersebut (mudah-mudahan).

Analisis fundamental

Bila analisis teknikal memfokuskan perhatian mereka pada grafik di MT4, maka analisis fundamental lain lagi. Trader yang menggunakan analisis ini melihat kondisi pasar forex dengan mengamati faktor ekonomi, sosial dan politik dari sebuah negara yang memengaruhi supply demand dari mata uang negara tersebut. Jumlah penawaran dan permintaan lah yang menentukan nilai tukar mata uang.

Terdengar mudah? Nanti dulu! Kita belum masuk ke pembahasan faktor apa saja yang mampu memengaruhi jumlah permintaan dan penawaran dari sebuah mata uang. Ada banyak faktor yang bisa mengindikasikan negara manakah yang ekonominya sedang kuat dan negara mana yang perekonomiannya lesu.

Jika anda ingin menggunakan analisis fundamental, anda harus memahami mengapa data ekonomi seperti meningkatnya jumlah pengangguran akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian sebuah negara dan pada akhirnya menurunkan permintaan terhadap mata uangnya.

Intinya dari analisis fundamental kurang lebih seperti ini; jika kondisi perekonomian dari sebuah negara terlihat bagus, maka akan semakin banyak pebisnis atau investor dari negara lain yang berniat untuk berinvestasi di negara tersebut. Semakin banyaknya jumlah investasi yang bergulir mengakibatkan permintaan terhadap mata uang negara tersebut meningkat dan harganya pun akan terus naik.

Sebagai contoh, katakanlah USD sedang menguat dikarenakan perekonomian Amerika Serikat sedang membaik. Di saat yang sama, bank sentral Amerika meningkatkan suku bunga untuk mengendalikan perkembangan ekonomi dan inflasi. Para investor pun melihat naiknya nilai suku bunga sebagai sebuah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.

Para investor pun kemudian menukarkan mata uang mereka dengan USD agar bisa menanamkan modal mereka di Amerika Serikat. Hasilnya, harga USD akan terus meningkat karena semakin meningkatnya jumlah permintaan terhadap USD dari luar negeri.

Untuk sekarang anda hanya perlu memahami bahwa membaiknya ekonomi suatu negara akan meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara tersebut dan membuat nilai mata uang negara itu naik. Nantinya kita akan membahas secara lebih mendetail data ekonomi mana saja yang harus anda perhatikan untuk membuat keputusan yang tepat saat trading.

Analisis sentimen

Di bagian analisis teknikal dikatakan bahwa semua informasi pasar tercermin dari pergerakan harga yang terjadi. Sayangnya, kenyataannya tidaklah sesederhana demikian. Tidak semua trader memiliki anggapan yang sama mengenai pergerakan harga yang sedang terjadi.

Oleh karena itulah analisis sentimen menjadi penting. Masing-masing trader punya opini sendiri tentang apa yang menyebabkan suatu pergerakan harga terjadi, dan kemudian memutuskan untuk mengikuti arah pergerakan harga atau justru melawannya.

Opini para trader tersebut tercermin dalam posisi yang diambil saat trading. Hal ini membentuk sebuah sentimen pasar. Masalahnya, meskipun anda punya feeling yang bagus mengenai trading yang anda jalankan, anda tidak akan mungkin bisa menggerakkan pasar ke arah yang anda mau. Misalnya, meskipun anda yakin betul bahwa harga USD akan naik, sementara trader lainnya berkata sebaliknya, anda tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Sebagai trader, penting bagi anda untuk mempertimbangkan hal ini, apakah menurut anda pasar sedang bullish ataukah bearish. Jika anda mampu menganalisis seperti apa sentimen para trader terhadap pasar, anda akan selangkah lebih maju dibandingkan dengan trader lainnya. Di tutorial selanjutnya kita akan membahas bagaimana memanfaatkan sentimen pasar untuk mendapatkan keuntungan.

Lalu, analisis manakah yang paling baik digunakan pada saat trading? Kita akan membahas hal tersebut di artikel tutorial selanjutnya. Klik tombol di bawah ini untuk menuju pembahasan tersebut:

Tipe Analisis Manakah yang Terbaik Untuk Anda?

There are no comments yet

  • Hello, guest