Analisis Teknikal Menggunakan Support & Resistance

Posted on Jan 04, 2018

tipe-analisis-manakah-yang-terbaik-untuk-anda

Support dan resistance adalah metode analisis yang paling sering digunakan di trading forex. Lucunya, tiap-tiap trader punya pendapat mereka sendiri tentang bagaimana caranya mengukur support dan resistance. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita lihat terlebih dahulu dasar teori dari support dan resistance. Perhatikan gambar di bawah ini.

support-resistance

Setiap kali harga bergerak naik lalu segera kembali turun ke bawah, titik tertinggi yang dicapai sebelum harga bergerak turun kembali dinamakan dengan RESISTANCE. Sedangkan titik terendah yang dicapai sebelum harga bergerak naik kembali dinamakan dengan SUPPORT. Dengan demikian, support dan resistance akan terus terbentuk sepanjang waktu saat harga bergerak naik dan turun.

Cara menentukan support & resistance

Yang perlu anda ingat adalah level support dan resistance bukanlah sebuah angka pasti. Seringkali anda melihat harga bergerak melampaui garis support/resistance yang sudah anda buat. Namun ternyata bukanlah breakout yang terjadi, melainkan “pasar sedang menguji” level support/resistance tersebut. Bila kita menggunakan grafik candlestick, pengujian pasar ini terlihat dari bayangan candlestick.

shadow-candlestick-support

Bisa dilihat pada gambar di atas, shadow candlestick beberapa kali menembus garis support. Ini adalah peristiwa di mana level support sedang diuji oleh pasar. Di saat harga mulai menembus garis support, mungkin anda mengira akan terjadi sebuah breakout, namun ternyata tidak demikian kenyataannya.

“Lalu bagaimana caranya kita bisa tahu bahwa level support sedang diuji atau justru breakout-lah yang sedang terjadi?”

Pertanyaan bagus! Sayangnya, tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan tersebut. Ada trader yang mengatakan bahwa breakout terjadi ketika candlestick ditutup di bawah level support. Namun tidak selamanya kondisi tersebut mengisyaratkan terjadinya breakout. Berikut contohnya:

shadow-candlestick-support-1

Coba bayangkan bila anda ambil order sell ketika anda percaya bahwa breakout sedang terjadi. Mungkin awalnya senang ketika terbentuk candlestick yang panjang dan anda mendapatkan profit yang lumayan. Namun saat harga berbalik arah dan anda terus menahan posisi, maka siap-siaplah gigit jari!

Bila dilihat dari grafik tersebut, level support tidak berubah, namun justru semakin menguat. Agar anda tidak tertipu dengan breakout “palsu” seperti ini, ubahlah mindset anda yang menganggap level support/resistance sebagai sebuah angka pasti, melainkan sebagai sebuah area.

Anda bisa menggunakan grafik garis untuk menentukan “area” support/resistance. Alasannya, grafik garis hanya akan memberikan anda informasi mengenai harga penutupan dibandingkan dengan grafik candlestick yang memberikan anda informasi yang lebih lengkap, seperti harga tertinggi dan terendah.

Harga tertinggi dan terendah yang ada di candlestick sering kali menipu para trader karena biasanya kedua harga ini terbentuk dari reaksi yang timbul dari kalangan trader di pasar forex. Sama seperti ketika anda melihat seseorang yang melakukan hal di luar kebiasaannya, lalu saat ditanya kenapa, dia cuma bilang, “maaf, reflek”.

Maka dari itu, saat menentukan area support/resistance, hindari menggunakan reflek pasar yang timbul. Carilah pergerakan harga yang sesungguhnya, salah satu cara mudahnya adalah dengan menggunakan grafik garis. Menggunakan grafik garis, carilah area di mana pergerakan harga membentuk lebih dari satu puncak atau lembah, seperti contohnya pada gambar di bawah:

Line Support Resistance

Support dan resistance memiliki sejumlah sifat unik. Berikut beberapa di antaranya:

  • Ketika harga bergerak melampaui resistance, level resistance tersebut kemudian bisa berubah menjadi support.
  • Makin sering sebuah level support/resistance disentuh tanpa mampu ditembus dan menjadi breakout, maka makin kuatlah area support/resistance tersebut.
  • Ketika area support/resistance berhasil ditembus, kekuatan breakout-nya sangat tergantung dengan sudah berapa lama area support/resistance tersebut berhasil ditahan.

Dengan latihan, anda bisa mengidentifikasi di manakah potensi area support dan resistance dengan mudah. Di artikel berikutnya, kita akan mempelajari mengenai caranya melakukan analisis trendline. Klik saja tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel tersebut:

Analisis Teknikal Menggunakan Trendline

There are no comments yet

  • Hello, guest