Analisis Teknikal dengan Fibonacci

Posted on Jan 05, 2018

analisis-teknikal-dengan-fibonacci

Fibonacci adalah salah satu bidang studi di matematika. Namun Fibonacci banyak digunakan di berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah trading forex! Ada berbagai studi Fibonacci yang ada di dunia, namun untuk pembahasan analisis teknikal menggunakan Fibonacci ini, kita hanya akan menggunakan dua jenis Fibonacci, yakni retracement dan extension.

Fibonacci adalah seorang ahli matematika dari Italia. Ia menemukan rangkaian angka sederhana yang kemudian dijadikan rasio untuk menjelaskan berbagai kejadian alam yang terjadi di dunia. Rasio Fibonacci dimulai dari baris angka sederhana berikut ini: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dst.

Untuk mendapatkan angka ini, caranya mudah sekali kok. Dimulai dari dua angka yang pertama, bila dijumlahkan akan mendapatkan angka yang ketiga. 0 + 1 = 1, 1 + 1 = 2, 1 + 2 = 3, dan seterusnya. Yang unik, jika kita membagi salah satu angka dengan angka berikutnya, kita akan mendapatkan angka desimal 0,618 (setelah dibulatkan). Contohnya, 34 : 55 = 0,618.

Namun, jika kita membagi salah satu angka di deret Fibonacci dengan angka sebelumnya, kita akan selalu mendapatkan hasil yang sama, yakni 1.625 (atau 1.62 setelah dibulatkan). Contoh, 55 : 34 = 1.62. Angka-angka inilah yang dinamakan dengan rasio emas.

“Lalu, hubungannya dengan trading di mana?”, mungkin pertanyaan ini sekarang timbul di kepala anda.

Sebenarnya anda tidak perlu mengetahui hal-hal yang dijelaskan di atas. Hehe. Namun, buat anda yang penasaran dari mana angka Fibonacci diperoleh, anda bisa merujuk penjelasan di atas. Siapa tahu pacar anda tiba-tiba membahas Fibonacci dan anda bisa nyambung ngobrolin hal ini bukan?

Fungsi Fibonacci di trading forex

Di trading forex, Fibonacci retracement digunakan untuk mendeteksi area support dan resistance. Hampir semua platform trading forex yang disediakan oleh broker memiliki fungsi Fibonacci retracement. Untuk memasukkan Fibonacci ke grafik MT4 anda, sebelumnya anda harus mencari tahu terlebih dahulu titik Swing high dan Swing low.

  • Swing high adalah candlestick yang paling tinggi dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.
  • Swing low adalah candlestick yang paling rendah dibandingkan dengan candlestick lain yang ada di sisi kanan dan kirinya.

Jika hanya menggunakan kata-kata mungkin anda tidak akan mendapatkan gambaran jelas seperti apa itu swing high dan swing low. Mari kita lihat contoh gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya:

swing-low-swing-high-1

Harap diingat: Fibonacci retracement lebih cocok digunakan untuk kondisi pasar yang sedang trending. Bisa dilihat pada grafik GBP/USD H4 di atas, pasar sedang uptrend. Di kondisi uptrend, untuk menentukan level Fibonacci retracement kita bisa menarik garis dari swing low ke swing high.

Tekan tombol “Draw Fibonacci Retracement” dengan menekan tombol “Insert”, lalu “Channels”, dan klik “Fibonacci”. Tarik garis untuk menghubungkan titik swing low ke swing high. Mari kita lihat seperti apa ketika level Fibonacci sudah terbentuk.

Fibonacci-terbentuk

Dengan menarik garis lurus dari swing low ke swing high, MT4 akan secara otomatis membuat level-level retracement di layar monitor anda. Mungkin anda pada awalnya bingung, apa maksud dari garis-garis retracement ini.

Sederhananya, saat pasar sedang uptrend, garis-garis Fibonacci retracement ini dijadikan support level ketika harga turun dan membentur salah satu garis Fibonacci. Setelah itu, trader akan menjadikan garis-garis Fibonacci ini sebagai acuan untuk pasang order buy saat harga bergerak naik kembali.

Terlihat di gambar di atas, harga kembali bergerak naik setelah mendekati level 38.2%. Jika anda buka order buy di kisaran level retracement 38.2%, sudah pasti anda akan mendapatkan profit yang manis. Lalu bagaimana dengan kondisi pasar saat downtrend? Caranya gampang kok! Cukup tarik garis dari swing high ke swing low. Begini contohnya:

swing-high-swing-low

Dari contoh grafik USD/CHF H4 di atas, kita cari kondisi di mana pasar sedang downtrend, lalu cari titik tertinggi saat downtrend dimulai dan titik terendah yang terbentuk saat downtrend tersebut. Setelah anda berhasil menemukannya, lalu tekan tombol “Draw Fibonacci Retracement” yang ada di bagian atas layar MT4, lalu tarik garis lurus yang menghubungkan swing high dan swing low.

Begini penampakannya saat level-level Fibonacci sudah terbentuk:

Fibonacci-terbentuk-1

Di kondisi pasar downtrend, level Fibonacci berfungsi sebagai resistance. Trader menjadikan garis-garis Fibonacci ini sebagai patokan untuk buka order sell. Terlihat harga beberapa kali menguji level 38.2%, namun gagal menutup di atas level tersebut. Jika anda buka order di kisaran level tersebut, anda akan membukukan keuntungan yang lumayan.

Namun sayang, meski canggih, tidak selamanya Fibonacci retracement ini selalu benar. Ada kalanya harga bergerak di luar perkiraan dan menembus semua level retracement yang sudah kita buat. Tidak ada yang tahu pasti apakah harga akan bergerak jauh melampaui semua garis Fibonacci yang ada, sebelum kembali bergerak ke arah trend sebelumnya atau justru malah terjadi reversal.

Kendala lainnya saat menggunakan Fibonacci retracement adalah setiap trader punya pendapat yang berbeda-beda untuk menentukan di manakah sebaiknya meletakkan swing high dan swing low. Hal ini berakibat pada level retracement antara satu trader dengan yang lainnya akan cenderung berbeda.

Berikutnya, kita akan mencoba memadukan Fibonacci retracement dengan beberapa alat analisa teknikal lainnya untuk mendapatkan sinyal trading yang lebih mantap. Klik tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel tersebut:

Memadukan Fibonacci Retracement dengan Sejumlah Analisa Teknikal Lainnya

There are no comments yet

  • Hello, guest