Trading Menggunakan Japanese Candlesticks

Posted on Jan 05, 2018

trading-menggunakan-japanese-candlesticks

Di artikel tutorial sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana caranya membaca grafik candlestick. Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai candlestick ini. Kalau di artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai bagaimana caranya membaca grafik candlestick, kini kita akan membahas caranya trading hanya dengan menggunakan candlestick saja.

Pada awalnya, analisis teknikal menggunakan candlestick ini digunakan oleh orang Jepang untuk melakukan jual beli beras. Iya, beras. Lalu, seorang bule bernama Steve Nison belajar mengenai candlestick ini dari temannya yang bekerja di perusahaan broker di Jepang. Sejak itulah, Steve Nison mempopulerkan cara trading menggunakan candlestick dan menyebut “penemuannya” itu sebagai Japanese Candlestick.

Candlestick efektif digunakan untuk trading dengan berbagai time frame, harian (1D), 4 jam-an (4H), 1 jam-an (1H), hingga time frame 30 menitan. Sebagai seorang trader, hal yang harus menjadi perhatian utama anda adalah ukuran body dari candlestick tersebut.

Anatomi japanese candlestick

Body candlestick yang panjang berarti sedang terjadi aktivitas jual atau beli dalam volume yang cukup tinggi. Makin panjang body candlestick yang terbentuk, makin banyak aktivitas beli/jual yang terjadi. Sebaliknya, ketika body candlestick kecil, makin sedikit aktivitas jual/beli yang sedang berlangsung.

Dalam dunia forex, kita mengenal istilah bear/bearish serta bull/bullish. Bear berarti penjual, bull berarti pembeli. Bila ditambahkan -ish, bullish berarti harga sedang didorong naik, sedangkan bearish berarti harga sedang terjun bebas!

candestick-chart-1

Makin panjang body candlestick yang berwarna hijau, maka makin jauh harga penutupan (close) berada di atas harga pembukaan. Hal ini mengindikasikan bahwa harga naik secara signifikan semenjak candlestick terbentuk dan para trader lakukan aksi beli secara agresif.

Sebalikya, jika body candlestick berwarna merah memanjang, makin jauh pulalah harga penutupan berada di bawah harga pembukaan. Indikasi dari hal ini adalah harga turun dengan signifikan dari saat candlestick terbentuk dan banyak trader yang melakukan aksi jual secara agresif.

Lower shadow dan upper shadow yang terdapat di candlestick memberikan petunjuk penting mengenai sesi trading yang terjadi. Upper shadow menunjukkan harga paling tinggi yang pernah tercapai di sesi trading tersebut. Sedangkan lower shadow menunjukkan harga paling rendah yang pernah terjadi pada sesi trading itu.

Makin panjang shadow yang terbentuk menunjukkan transaksi yang terjadi jauh melampaui harga pembukaan atau penutupan pada sesi tersebut. Shadow yang pendek mengindikasikan bahwa transaksi yang terjadi tidak terlalu jauh dari harga pembukaan atau penutupan.

long-shadows

Bila candlestick yang terbentuk memiliki upper shadow yang lebih panjang dibandingkan dengan lower shadow, ini artinya dalam sesi tersebut harga pernah naik ke titik tertentu, namun kemudian ditutup mendekati harga pembukaan. Sebaliknya, lower shadow yang lebih panjang menandakan harga pernah turun ke suatu titik, namun kemudian ditutup mendekati harga pembukaan.

Pola candlestick dasar

Bila anda mengamati candlestick yang ada di platform MT4 anda, pastinya anda memerhatikan bahwa ada beberapa bentuk candlestick yang unik dan cenderung berbeda dari satu candlestick dengan yang lainnya. Bentuk-bentuk candlestick ini memiliki nama dan makna tertentu. Mari kita lihat satu persatu.

Spinning tops

spinning-top

Bentuk candlestick yang satu ini memang mirip dengan gasing. Spinning top memiliki upper shadow dan lower shadow yang panjang, namun dengan body candlestick yang kecil. Pola seperti ini menandakan adanya keragu-raguan antara pihak pembeli dan penjual.

Body yang kecil menunjukkan pergerakan yang minim dari harga pembukaan ke harga penutupan pada sesi tersebut. Sedangkan upper dan lower shadow yang panjang menunjukkan masing-masing pihak saling berusaha sekuat tenaga, namun pada akhirnya tidak ada yang memenangkan pertempuran.

Ada dua hal yang perlu anda perhatikan saat spinning top terbentuk:

  1. Bila pola ini terbentuk saat terjadi uptrend, hal ini menandakan bahwa jumlah trader yang buka order “buy” tinggal sedikit dan kemungkinan untuk terjadinya pergerakan harga ke arah sebaliknya (reversal) semakin tinggi.
  2. Namun jika pola ini terbentuk saat terjadi downtrend, hal ini menandakan bahwa jumlah trader yang buka order “sell” semakin jarang dan kemungkinan adanya reversal semakin dekat.

Marubozu

marubozu

Dari gambar di atas, apakah anda sudah bisa melihat apa arti dari pola candlestick marubozu? Yak, benar. Marubozu adalah pola candlestick di mana upper shadow atau lower shadow sama sekali tidak terbentuk dari body candlestick.

Terlihat dari candlestick berwarna hijau di atas, harga pembukaan sama dengan harga terendah di sesi tersebut dan harga penutupan sama dengan harga tertinggi di sesi tersebut. Ini menunjukkan bahwa di sesi tersebut pembeli memegang kendali pasar. Marubozu seperti ini biasanya menandakan kelanjutan trend bullish atau pertanda reversal ke arah bullish akan segera terjadi.

Untuk candlestick berwarna merah, yang mana harga pembukaan sama dengan harga tertinggi pada sesi tersebut dan harga penutupan sama dengan harga terendah di sesi tersebut. Ini artinya, sesi tersebut penjual memegang kendali akan pasar. Marubozu ini mengindikasikan kelanjutan dari trend bearish atau pertanda reversal ke arah bearish akan segera terjadi.

Doji

Candlestick doji memiliki harga pembukaan dan penutupan yang sama di satu sesi atau paling tidak body candlestick doji sangatlah kecil. Penampakan dari doji di grafik MT4 biasanya berbentuk garis tipis mendatar. Adanya doji mengartikan bahwa entah itu pembeli atau penjual sedang ragu-ragu atau justru terjadi pertarungan sengit antara penjual dan pembeli.

Di candlestick doji, harga memang bergerak naik atau turun di sesi tersebut, namun ditutup tepat di harga pembukaan atau mendekatinya. Pihak pembeli dan penjual tidak ada yang bisa memegang kendali dan mengakhiri sesi trading dengan seri.

Ada empat jenis doji candlestick yang bisa muncul di MT4, berikut penjelasan dari masing-masing doji:

doji-candlestick

Bila anda melihat salah satu doji di atas muncul di platform trading anda, perhatikan candlestick yang terbentuk sebelumnya. Bila doji terbentuk di depan rangkaian candlestick yang sedang uptrend, doji tersebut adalah pertanda bahwa para pembeli semakin sedikit dan para penjual sudah bersiap-siap untuk masuk ke pasar begitu harga mulai turun.

Namun bila anda menemukan adanya doji setelah barisan candlestick yang sedang downtrend, bisa jadi doji tersebut adalah tanda bahwa para penjual mulai kelelahan dan para pembeli sudah siap-siap buka order buy dengan harga yang murah!

Namun jangan buru-buru buka order buy/sell begitu anda melihat doji. Pastikan dulu anda mengonfirmasi adanya reversal dengan menunggu candlestick hijau (bullish reversal) atau candlestick merah (bearish reversal) terbentuk, barulah setelah itu anda buka order.

Hammer & hanging man

Kedua pola candlestick ini mirip, namun memberikan sinyal yang berbeda, tergantung dari pergerakan harga yang terjadi sebelum pola ini muncul. Keduanya memiliki body yang kecil, lower shadow yang panjang, serta upper shadow yang pendek, atau tanpa upper shadow sama sekali.

hammer-hanging-man

Pola ini dinamakan hammer ketika muncul pada saat downtrend terjadi. Saat harga sedang bergerak turun, hammer menjadi tanda bahwa harga sudah menyentuh dasarnya dan harga akan segera beranjak naik. Lower shadow yang panjang mengindikasikan bahwa para penjual masih berusaha untuk mendorong harga turun, namun para pembeli bisa melakukan counter dan menutup candlestick di dekat harga pembukaan.

Bila hammer adalah pola yang terbentuk di saat pasar sedang downtrend, maka hanging man adalah kebalikannya, yakni pola candlestick serupa yang terbentuk pada saat pasar sedang uptrend. Munculnya hanging man menandakan bahwa penjual mulai mengambil alih kendali dari para pembeli.

Lower shadow yang panjang memberikan pertanda bahwa para penjual berusaha untuk mendorong harga turun, namun pembeli bisa meng-counter namun tak bisa melampaui harga pembukaan. Hal ini menandakan harga sudah menyentuh langit-langit dan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, harga akan mulai meluncur turun.

Namun perlu anda perhatikan bahwa anda tidak harus terburu-buru buka order buy/sell saat anda melihat hammer/hanging man di grafik MT4 anda. Cari konfirmasi terlebih dahulu yang mengindikasikan bahwa pasar memang sedang bergerak naik/turun sebelum ambil ancang-ancang. Contohnya, terbentuk candlestick yang harga penutupannya berjarak cukup jauh dari harga pembukaannya, baik naik atau pun turun.

Inverted hammer & shooting star

Sama seperti sebelumnya, kedua pola candlestick ini mirip namun memiliki sinyal trading yang berbeda, tergantung di mana keduanya muncul. Dinamakan shooting star bila pola ini muncul saat terjadi uptrend, namun saat sedang downtrend, pola ini disebut sebagai inverted hammer.

Ciri dari pola ini yaitu memiliki upper shadow yang panjang namun lower shadow yang pendek atau justru tanpa lower shadow sama sekali. Selain itu, pola ini memiliki body yg kecil.

inverted-hammer-shooting-star

Munculnya inverted hammer mengindikasikan bahwa downtrend sudah hampir berakhir dengan dorongan kuat para pembeli untuk membuat harga naik. Namun para penjual masih terkesan “tidak rela” dan berusaha mendorong harga turun kembali namun hanya mampu membuat harga ditutup mendekati harga pembukaan.

Karena para penjual tidak lagi mampu mendorong harga lebih rendah, hal ini menandakan bahwa pasar mulai kehabisan penjual. Lalu kalau penjual mulai menghilang satu-persatu, artinya kini pasar mulai dipenuhi oleh para pembeli!

Shooting star adalah kebalikan dari inverted hammer. Jika inverted hammer terjadi pada saat downtrend, maka shooting star terjadi pada saat uptrend. Para pembeli masih mendorong harga untuk terus naik, namun kalah kuat oleh para penjual yang mulai mengambil alih pasar.

Pola candlestick ganda

Pola Japanese candlestick ganda banyak digunakan oleh para trader untuk mencari sinyal jual/beli karena sinyal yang diberikan lebih kuat dibandingkan dengan pola candlestick dasar. Ada dua pola candlestick ganda yang umum muncul di grafik MT4, yakni Engulfing candles dan Tweezer. Mari kita bahas satu persatu.

Engulfing candles

Engulfing-candles

Pola engulfing candlestick terbagi dua kategori, yakni bullish dan bearish. Dinamakan “engulfing” karena ukuran candlestick yang mengikuti ukurannya lebih besar dibandingkan dengan yang sebelumnya. Pola bullish engulfing adalah ketika candlestick bearish (merah) diikuti oleh candlestick bullish (hijau) yang ukurannya lebih besar. Pola ini mensinyalir akan datangnya pergerakan harga ke arah bullish akan segera terjadi.

Kebalikannya, pola bearish engulfing adalah ketika candlestick bullish (hijau) diikuti oleh candlestick bearish (merah) yang ukurannya lebih besar. Pola ini menandakan bahwa para penjual mulai memenuhi pasar dan kemungkinan adanya downtrend semakin tinggi.

Tweezer top dan tweezer bottom

tweezer-top-tweezer-bottom

Tweezer adalah dua candlestick bearish dan bullish yang berukuran sama yang menjadi pertanda bahwa reversal akan segera terjadi. Pola ini biasanya muncul diujung uptrend atau downtrend yang cukup panjang dan mengindikasikan bahwa harga akan segera berbalik arah.

Candlestick yang pertama dari tweezer akan sama dengan trend yang sedang terjadi, yakni bearish jika harga sedang downtrend, atau bullish ketika harga sedang uptrend. Namun saat muncul candlestick dengan bentuk yang sama namun berbeda warna, maka ini adalah indikasi yang cukup kuat bahwa harga akan segera berbalik arah.

Seperti namanya, tweezer bottoms muncul saat pasar sedang downtrend, sedangkan tweezer tops muncul saat pasar sedang uptrend. Namun, jangan buru-buru ambil ancang-ancang untuk masuk pasar terlebih dahulu, pastikan anda melihat konfirmasi bahwa harga memang sedang bergerak naik saat tweezer bottoms muncul atau harga sedang terjun bebas setelah tweezer tops muncul.

Pola tiga candlestick

Adakah pola candlestick yang lebih kuat dibandingkan dengan pola dasar serta pola ganda? Ada dong! Perkenalkan, pola tiga candlestick!

Evening & morning star

evening-star-morning-star

Evening star dan morning star adalah pola tiga candlestick yang umumnya terbentuk di akhir sebuah trend. Ada beberapa karakteristik utama dari kedua pola candlestick ini. Kami akan mencontohkan dengan pola candlestick yang bawah, yakni Evening Star. Sedangkan untuk Morning Star merupakan kebalikan dari karakteristik yang muncul di Evening Star. Berikut karakteristiknya:

  • Candlestick pertama yang muncul adalah candlestick bullish, yang mana merupakan bagian dari uptrend yang sedang terjadi.
  • Candlestick yang muncul berikutnya memiliki body yang kecil menandakan bahwa adanya keraguan di pasar. Warna candle yang kedua tidak memiliki dampak apa-apa, bentuk body-nya lah yang penting.
  • Candle yang muncul berikutnya adalah konfirmasi bahwa reversal sudah terjadi. Body candle ketiga lebih panjang dibandingkan dengan candlestick yang pertama.

Three black soldier & three black crow

white-soldier-black-crow-1

Kedua pola ini adalah signal yang paling kuat yang menandakan bahwa reversal sedang terjadi, apalagi jika pola ini muncul setelah terjadi trend yang cukup panjang dan terjadi periode konsolidasi yang singkat. Three white soldiers adalah barisan tiga candlestick bullish yang body-nya cukup panjang.

Ciri-ciri dari pola three white soldiers:

  • Candlestick pertama dari three white soldiers ini dinamakan dengan reversal candle. Candlestick ini menandakan bahwa downtrend sudah berakhir, atau konsolidasi yang terjadi setelah downtrend sudah berakhir.
  • Candlestick kedua harga penutupannya tidak boleh berjauhan dengan harga paling tinggi di periode tersebut, alias upper shadow tidak terlalu panjang. Tak hanya itu, body candlestick yang kedua harus lebih panjang dibandingkan dengan body candlestick yang pertama.
  • Sebagai konfirmasi bahwa three white soldiers sudah terbentuk, candlestick yang terakhir bentuknya harus lebih panjang atau paling tidak sama dengan candlestick yang kedua dengan shadow yang kecil atau tidak ada shadow sama sekali.

Untuk three black crow ciri-cirinya merupakan kebalikan dari three white soldiers. Pola ini terbentuk saat uptrend disudahi dengan kemunculan tiga candlestick bearish yang menandakan bahwa uptrend telah berakhir dan penjual mulai berebutan open order sell.

Three inside up & three inside down

three-inside-up-and-down

Three inside down adalah pola candlestick yang berada di pucuk uptrend. Jika pola ini muncul, itu artinya uptrend akan segera berakhir dan berganti dengan downtrend. Kebalikannya, three inside up adalah pola candlestick yang muncul di bagian paling bawah dari downtrend. Hal ini berkemungkinan bahwa downtrend akan berakhir dan pergerakan harga akan berbalik arah.

Ciri-ciri dari three inside up (untuk ciri-ciri dari three inside down, berlakukan kebalikan dari ciri-ciri three inside up):

  • Candlestick pertama dari pola three inside up haruslah bearish yang panjang dan berada di akhir downtrend yang panjang.
  • Candlestick kedua ukurannya paling tidak setengah dari candlestick yang pertama, namun sifatnya bullish.
  • Sedangkan candlestick ketiga harga penutupannya harus lebih tinggi dari upper shadow candlestick pertama agar anda mendapatkan konfirmasi bahwa pembeli sudah mengambil alih pasar dari penjual.

Nah, itu dia pembahasan mengenai japanese candlestick dan cara mengenali pola-pola yang muncul untuk mendapatkan sinyal terbaik saat anda ingin masuk ke pasar forex. Selanjutnya, kita akan menggabungkan japanese candlestick dengan support & resistance agar sinyal yang didapat lebih kuat! Klik tombol di bawah untuk lanjut ke artikel tersebut:

Trading Pasti Untung dengan Menggabungkan Analisa Japanese Candlestick dan Support & Resistance

There are no comments yet

  • Hello, guest