Memadukan Fibonacci Retracement dengan Sejumlah Analisa Teknikal Lainnya

Posted on Jan 09, 2018

memadukan-fibonacci-retracement-dengan-sejumlah-analisa-teknikal-lainnya

Sama seperti tim sepakbola profesional, seorang Cristiano Ronaldo yang hebat kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar pun tidak akan sanggup melawan 11 orang tim dari divisi papan bawah sendirian. Oleh karena itu Ronaldo membutuhkan 10 orang lainnya untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Sama seperti Fibonacci retracement, sehebat dan secanggih apa pun alat teknikal ini, anda membutuhkan dukungan alat analisa teknikal lainnya supaya anda bisa mendapatkan sinyal trading yang lebih kuat lagi. Kali ini, kita akan menggabungkan Fibonacci retracement dengan support & resistance, trend lines, hingga Japanese candlestick.

Fibonacci + support & resistance

Fibonacci retracement memang digunakan sebagai alat untuk menentukan support dan resistance. Namun jika dipadukan dengan level support/resistance yang memang banyak digunakan oleh trader lainnya, maka kemungkinan harga untuk memantul kembali setelah menyentuh level support/resistance tersebut akan semakin tinggi.

Berikut contohnya:

fibo-support-resist

Di grafik EUR/USD H4 di atas, anda melihat sedang terjadi uptrend. Melihat kesempatan untuk mendapatkan banyak keuntungan, anda pun ingin ikutan. Tapi pertanyaannya, “di mana sebaiknya saya buka order?”. Anda pun mulai mencari swing high dan swing low lalu menghubungkan kedua titik tersebut dengan Fibonacci retracement.

Namun setelah dilihat-lihat, ternyata level resistance yang sebelumnya berada di kisaran area yang sama dengan Fibonacci level 38.2%. Level resistance tersebut kini sudah berubah menjadi support dan bisa digunakan sebagai acuan untuk buka order buy.

Maka anda pun memasang pending order di level support yang berdekatan dengan Fibonacci level 38.2% tersebut. Hasilnya? Profit!! Ada beberapa kali kesempatan harga mencoba menembus level support tersebut namun tak pernah bisa berhasil menutup candlestick di bawah level support.

fibo-support-resist-1

Hal yang sama bisa anda coba praktekkan pada saat pasar sedang downtrend. Hubungkan swing low dan swing high menggunakan Fibonacci, lalu cari area resistance yang belum bisa ditembus pasar dan berdekatan dengan salah satu level Fibonacci. Selanjutnya, kita akan mencoba menggabungkan Fibonacci dengan trend line.

Fibonacci + trend lines

Sama seperti support & resistance, Fibonacci juga bisa dikombinasikan dengan trendline untuk mendapatkan sinyal trading yang kuat. Caranya cukup mudah kok. Pertama, cari kondisi pasar di mana harga sedang uptrend atau downtrend, seperti pada contoh di bawah ini:

 

fibo-trendline

Setelah itu, tentukan swing low dan swing high dari trend yang sedang terjadi dan hubungkan keduanya dengan Fibonacci. Berikut contohnya:

fibo-trendline-2

Setelah trend line terbentuk, Fibonacci sudah terlihat level-levelnya, sekarang anda tinggal menunggu di saat harga bergerak mendekati trendline dan berada di kisaran Fibonacci level 50% dan 38.2%. Apakah kedua level Fibonacci ini bisa dipercaya? Mari kita lihat kelanjutannya:

fibo-trendline-3

Ketika harga bergerak ke trendline yang juga bersinggungan dengan Fibonacci level 38.2%, harga kembali memantul ke atas! Bila anda memasang order buy beberapa pip di atas garis Fibonacci level 38.2%, anda bisa membukukan 900 pip lebih! Wow!!

Anda pun bisa berangkat ke dealer mobil terdekat dan membeli sebuah mobil sport paling keren! Jangan lupa sekalian beli jetnya!

sports-car

Fibonacci + Japanese candlestick

Cara yang ketiga adalah dengan menggabungkan Fibonacci dengan analisa Japanese candlestick. Bila sebelumnya kita hanya menggunakan garis-garis untuk mencari sinyal trading yang kuat, sekarang kita akan mempelajari caranya memutuskan untuk masuk ke pasar menggunakan kedua analisa teknikal ini.

Perhatikan contoh AUD/USD di timefram H4 berikut ini:

Fibo-candlestick

Sama seperti sebelumnya, kita melihat adanya sebuah downtrend yang terjadi di pair ini. Melihat adanya kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, anda memulai dengan mengeluarkan Fibonacci untuk mengetahui apakah ada potensi trend tersebut akan terus berlangsung.

Anda pun mulai mencari di mana swing high lalu dihubungkan dengan swing low, dan terbentuklah level-level Fibonacci. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kita akan melihat pola Japanese candlestick yang terbentuk di level-level Fibonacci untuk melihat arah trend.

Lalu anda melihat adanya pola bearish engulfing di level 61.8%. Mengetahui bahwa pola ini adalah sinyal bearish yang kuat, anda pun memutuskan untuk ambil posisi short AUD/USD. Dan ternyata keputusan yang anda ambil adalah tepat! Lihat semua candlestick merah yang terbentuk!

Kesimpulan

Menggunakan salah satu perangkat analisis teknikal terkadang tidaklah cukup untuk mendapatkan sinyal trading yang kuat. Oleh karena itu, banyak trader yang menggabungkan dua, bahkan hingga tiga analisis teknikal sebelum membuat keputusan trading.

Ketiga cara di atas menggabungkan Fibonacci dengan analisa teknikal sederhana yang sudah kita pelajari sebelumnya. Baik dengan support & resistance, trend lines, atau pun Japanese candlestick sama-sama bisa digunakan untuk mencari sinyal trading. Anda tinggal mencari cara mana yang paling anda kuasai dan paling nyaman untuk digunakan pada saat trading.

Selanjutnya, kita akan mempelajari salah satu indikator paling dasar, namun paling banyak digunakan oleh para trader, yakni Moving Average. Klik tombol di bawah ini untuk membaca artikel berikut:

Analisis Teknikal Menggunakan Indikator Moving Average

There are no comments yet

  • Hello, guest