Menggunakan Teori Elliot Wave Untuk Membaca Pergerakan Harga di Pasar Forex

Posted on Jan 18, 2018

menggunakan-teori-elliot-wave-untuk-membaca-pergerakan-harga-di-pasar-forex

Tidak ada informasi yang lebih dicari oleh seorang trader selain informasi ke manakah harga akan bergerak berikutnya. Dengan mengetahui ke mana harga akan bergerak berikutnya, keuntungan sudah pasti akan bisa diraih. Namun sayangnya, trader paling jago di dunia pun pasti, kami ulang, PASTI akan mengalami yang namanya loss.

Sebelumnya kita sudah membahas berbagai macam indikator yang bisa digunakan untuk memprediksi pergerakan harga. Namun hampir semua indikator tersebut sifatnya sangatlah subjektif. Hal ini dikarenakan masing-masing trader punya pemahaman sendiri mengenai penggunaan indikator tersebut.

Untungnya kita memiliki seorang jenius bernama Ralph Nelson Elliot yang berhasil menciptakan Teori Elliot Wave. Dari penelitian yang ia lakukan terhadap 75 tahun data harga saham, ia berhasil menemukan bahwa sebenarnya harga di pasar saham itu tidak bergerak secara acak, namun memiliki pola yang tetap.

Teori Elliot Wave mengatakan bahwa pasar selalu bergerak dalam siklus yang repetitif alias selalu berulang. Ia menjelaskan bahwa naik dan turunnya harga saham dipengaruhi oleh kondisi psikologi para investornya dan sifatnya selalu berulang dari waktu ke waktu. Ia menyebut siklus naik dan turunnya harga saham ini sebagai “wave” atau gelombang.

Meski Elliot menggunakan teori ini di pasar saham, namun banyak juga trader yang mengaplikasikan teori ini di pasar forex. Jika anda bisa mengidentifikasi pola gelombang harga dengan tepat, maka anda sudah pasti bisa memprediksi ke mana arah harga akan bergerak.

Elliot menunjukkan bahwa kondisi pasar yang trending bergerak dalam pola yang disebutnya sebagai gelombang 5-3. Lima gelombang pertama dinamakan sebagai impulse waves, sedangkan 3 gelombang kedua dinamakan sebagai corrective waves. Mari kita bahas satu persatu.

Impulse waves

Gelombang ini terdiri dari lima garis yang bisa terjadi saat pasar sedang uptrend atau downtrend. Di impulse waves, Elliot menyebut gelombang ke-1, ke-3, dan ke-5 sebagai motive, artinya gelombang ini bergerak searah dengan trend. Sedangkan gelombang ke-2 dan ke-4 adalah corrective. Jangan samakan gelombang kedua ini sebagai corrective waves ABC. Kita akan bahas hal itu nanti.

Lebih mudahnya, mari kita perhatikan gambar berikut ini:

elliot-wave-impulse

Untuk memudahkan penjelasan gambar di atas, kita akan menggunakan contoh saham. Namun perlu anda ketahui bahwa aplikasi Teori Elliot Wave juga bisa digunakan di pasar forex.

  • Wave 1: gelombang pertama ini adalah masa di mana beberapa orang membeli sebuah saham dikarenakan harga saham tersebut sangat murah dan menilai ini adalah waktu yang terbaik untuk membeli saham tersebut. Hal ini mengakibatkan harga saham mengalami peningkatan.
  • Wave 2: investor gelombang pertama menilai bahwa harga sudah terlalu mahal dan memutuskan untuk menjual saham tersebut dan mengambil keuntungan. Akibatnya harga saham akan turun, namun tidak sampai pada harga semula karena banyak orang yang mulai tertarik membeli saham ini karena harganya turun.
  • Wave 3: biasanya gelombang ketiga ini adalah yang paling panjang dan paling kuat pergerakannya. Saham perusahaan tersebut mulai menarik minat masyarakat yang lebih luas. Dampaknya, makin banyak orang yang membeli saham itu dan membuat harganya terus meningkat. Kenaikan harga di gelombang ketiga ini melampaui harga tertinggi di gelombang pertama.
  • Wave 4: Para investor mulai menjual saham milik mereka dikarenakan harganya yang melambung tinggi dan mulai mengambil keuntungan kembali. Namun, harga di gelombang ini biasanya hanya turun sedikit karena masih banyak orang di luar sana yang sudah menyiapkan dana untuk membeli saham tersebut dikarenakan harganya turun sedikit.
  • Wave 5: Di sini harga terus melonjak diakibatkan oleh adanya histeria di kalangan masyarakat. Ini adalah periode di mana harga saham tersebut menjadi terlalu mahal. Namun ada beberapa investor dari gelombang sebelumnya yang mulai menjual saham tersebut dan di sinilah dimulainya pola ABC.

Corrective waves

Gelombang ini adalah lanjutan dari impulse wave. Arah pergerakan dari corrective waves adalah kebalikan dari impulse waves. Meskipun corrective waves adalah kelanjutan dari impulse waves, penamaan yang diberikan Elliot kepada gelombang ini tidak menggunakan angka, melainkan huruf. Corrective waves diberi label A, B, dan C.

abc-correction-waves

Di atas adalah contoh dari corrective waves. Sama seperti impulse waves, corrective waves ini tidak mesti selalu bersifat bearish. Ketika impulse waves yang terjadi sebelumnya bullish, maka corrective waves akan bersifat bearish, dan sebaliknya.

Corrective waves hadir dalam berbagai bentuk dan rupa. Totalnya ada 21 bentuk corrective waves menurut Elliot sang perumus teori ini. Namun anda tak perlu kaget duluan, karena anda hanya perlu menghapal tiga jenis corrective waves saja. Berikut keterangannya:

  • Zig-zag
    zigzagsGelombang koreksi yang pertama adalah zigzag. Bentuknya umumnya tidak beraturan seperti yang terlihat dari contoh gambar di atas. Pergerakan harga yang terjadi berlawanan arah dengan impulse waves yang terjadi sebelumnya. Namun yang perlu anda perhatikan adalah gelombang kedua, yakni gelombang B akan selalu lebih pendek dibandingkan gelombang A dan C.
  • Flats
    flats
    Formasi gelombang koreksi bisa diidentifikasi dari lebar gelombang A, B, dan C yang umumnya sama. Kami bilang “umumnya sama” karena ada kalanya satu wave lebih panjang dibanding dengan wave berikutnya, namun tidak terlalu jauh perbedaannya jadi masih bisa dikategorikan sebagai flats, bukannya zigzag.
  • Triangles
    triangle
    Bentuk gelombang korektif segitiga tidak mesti selalu mirip dengan contoh gambar di atas. Bisa jadi segitiga yang terbentuk itu menyempit atau melebar. Umumnya bentuk gelombang segitiga ini terdiri dari lima gelombang, alias tidak hanya A, B, dan C saja, namun bisa sampai D dan E.

Fractals

Yang unik dari Elliot Wave Theory adalah masing-masing gelombang terdiri dari rangkaian impulse dan correction waves yang lebih kecil. Jika anda menurunkan timeframe dari 1 jam ke 30 menit, anda akan bisa melihat fractals di setiap gelombang.

fractals-elliot-wave

Bisa dilihat dari contoh gambar di atas, gelombang impulse 1 terdiri dari 5 gelombang impulse yang lebih kecil lagi. Sedangkan gelombang correction yang kedua terdiri dari gelombang ABC yang lebih kecil lagi. Anda bisa melihat adanya fractals ini dengan menurunkan timeframe anda. Bahkan hingga timeframe 1 menitan pun terdiri dari gelombang yang lebih kecil lagi.

Kendalanya saat menggunakan analisis teknikal ini adalah tendensi untuk menjadi subjektif saat menentukan di manakah gelombang pertama bermulai. Untuk mengatasi ini, pastikan anda mengetahui aturan terpenting saat menggunakan Elliot Wave Theory.

Tiga peraturan Elliot Wave Theory

Ada tiga peraturan yang tidak boleh anda langgar jika anda ingin menggunakan Elliot Wave Theory. Berikut ketiga peraturan tersebut:

  1. Gelombang impulse nomor 3 tidak boleh lebih pendek dibanding gelombang nomor 1 dan 5
  2. Permulaan gelombang impulse nomor 2 tidak boleh lebih lebih rendah (jika bullish) atau lebih tinggi (jika bearish) dibanding permulaan gelombang impulse nomor 1
  3. Gelombang impulse nomor 4 tidak boleh menyentuh batas tertinggi (jika bullish) atau batas terendah (jika bearish) gelombang impulse nomor 1.

Ada baiknya anda catat (atau bookmark page ini) jika anda menggunakan Elliot Wave Theory dan sedang mencari gelombang-gelombang impulse dan correction. Nah, selanjutnya, kita akan mencoba mempraktekkan penggunaan teori yang sudah kita pelajari di trading forex.

Penggunaan teori Elliot Wave dalam trading forex

Mari kita lihat contoh grafik GBP/USD harian di bawah ini.

elliot-wave-practice-1-1

Kita melihat adanya dua gelombang impulse yang terbentuk. Sekarang tinggal anda melihat kembali peraturan nomor 2 Elliot Wave Theory, yakni; permulaan gelombang impulse nomor 2 tidak boleh lebih lebih rendah (jika bullish) atau lebih tinggi (jika bearish) dibanding permulaan gelombang impulse nomor 1.

Melihat formasi ini, anda pun siap-siap ambil posisi buy. Anda juga bisa menggunakan Fibonacci untuk mencari area di mana kira-kira gelombang impulse yang ketiga terbentuk. Biasanya, level support yang menjadi perhatian para trader ada di level 38.2 %, 50%, atau 61.8% dan memasang pending order sedikit di atas level-level tersebut.

elliot-wave-practice-2

Dengan hanya menggunakan peraturan Elliot Wave tersebut, anda pun berhasil mendapatkan keuntungan yang lumayan dari trading yang anda jalankan. Sedangkan untuk mengetahui kapan waktu yang paling baik untuk masuk ke pasar adalah dengan menggunakan Fibonacci retracement. Semudah itu saja kok!

Pada artikel berikutnya, kita akan membahas mengenai Harmonic Price Patterns. Penasaran seperti apa analisis teknikal yang satu ini? Klik saja tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel tersebut.

Harmonic Price Patterns dan Kegunaannya di Trading Forex

There are no comments yet

  • Hello, guest