Harmonic Price Patterns dan Kegunaannya di Trading Forex

Posted on Jan 19, 2018

harmonic-price-patterns-dan-kegunaannya-di-trading-forex

Harmonic price patterns bisa dibilang analisis teknikal tingkat tinggi yang sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Namun, jika anda bisa menguasai teknik yang satu ini, maka keuntungan pun bisa anda dapatkan dengan pasti!

Tujuan utama dari penggunaan harmonic price patterns adalah untuk membantu trader menentukan kapan kiranya sebuah trend akan berbalik arah dan mengambil keuntungan dari hal tersebut. Salah satu alat untuk membantu kita mencari pola-pola ini adalah Fibonacci retracement dan extension.

Ada enam jenis harmonic price patters yang akan dibahas di artikel ini, mereka adalah:

  • ABCD pattern
  • Three drives pattern
  • Gartley pattern
  • Crab pattern
  • Bat pattern
  • Butterfly pattern

Perlu anda perhatikan sebelumnya, anda wajib menunggu sampai salah satu pola terbentuk dengan sempurna sebelum anda mengambil keputusan untuk jual atau beli. Tanpa menunda lebih lama lagi, mari kita bahas masing-masing harmonic price patterns yang ada:

Pola ABCD

Pola yang pertama adalah ABCD. Untuk mencari pola ini, anda harus memiliki ketelitian yang tinggi serta pemahaman yang baik dalam hal penggunaan Fibonacci. Garis AB dan CD di pola ini disebut sebagai kaki-kaki, sedangkan garis BC disebut sebagai koreksi.

Jika anda menggunakan Fibonacci retracement dari titik A ke titik B untuk membentuk kaki AB, maka titik C harus berada di level retracement 0.618. Barulah kemudian terbentuk garis BC. Lalu, titik D harus berada di level Fibonacci 1.272, setelah itu akan terbentuk garis CD. Yang paling penting, level-level retracement ini harus dipatuhi sebelum anda memutuskan untuk masuk ke pasar. Berikut keterangan gambarnya:

abcd-patterns

Berikut ini aturan tambahan (meski tidak wajib dipenuhi) agar anda mendapatkan pola ABCD yang lebih mantap:

  • Panjang garis AB harus sama dengan garis CD.
  • Jumlah candlestick untuk membentuk garis AB haruslah sama dengan jumlah candlestick untuk membentuk garis CD.

Pola Three Drive

Pola three drive ini hampir sama dengan pola ABCD. Bedanya, pola ini memiliki tiga kaki (drive) dan dua koreksi. Sama seperti sebelumnya, anda membutuhkan pengamatan yang jeli serta Fibonacci retracement, dan kesabaran tingkat dewa untuk mencari titik-titik yang membuat pola ini. Berikut contoh gambar dari pola ini:

three-drive-pattern

Bisa dilihat dari contoh di atas, titik ‘A’ ada di level retracement 0.618 yang didapat dari menarik garis Fibonacci di garis ‘drive 1’. Begitu pun halnya dengan titik B yang berada di level retracement 0.618 yang didapat dari menarik garis Fibonacci dari titik ‘A’ ke titik ‘2’.

Sedangkan untuk titik ‘2’ berada di level extension 1.272 yang didapat dari menarik garis Fibonacci dari titik ‘1’ ke titik ‘A’. Begitu juga dengan titik ‘3’ yang ada di level extension 1.272 yang didapat dari menarik garis Fibonacci dari titik ‘2’ ke titik ‘B’.

Ketika anda sudah melihat pola di atas terbentuk setelah mengikuti level-level Fibonacci yang ditentukan, maka itulah saatnya anda masuk ke pasar. Rules tambahan agar pola three drive lebih kuat sinyal bullish atau bearishnya:

  • Jumlah candlestick untuk membentuk drive 2 haruslah sama dengan jumlah candlestick untuk membentuk drive 3
  • Jumlah candlestick untuk membentuk koreksi A haruslah sama dengan jumlah candlestick untuk membentuk koreksi B

Pola Gartley

Pola Gartley bisa dibilang hampir mirip dengan pola ABCD, namun sebelumnya didahului oleh uptrend atau downtrend yang cukup panjang atau tajam pergerakannya. Pola ini adalah koreksi dari trend tersebut yang bentuknya menyerupai huruf ‘M’ (bullish) atau ‘W’ (bearish).

Pola Gartley pada awalnya mungkin akan sulit untuk dilihat, terutama saat anda menggunakan Fibonacci di grafik anda. Namun anda tak perlu khawatir, kami akan memandu anda sampai anda bisa trading menggunakan pola yang unik ini.

gartley-bullishgartley-bearish

Perhatikan gambar di atas untuk contoh dari pola Gartley. Intinya, pola ini memiliki bentuk yang sama dengan pola ABCD, namun sebelumnya didahului oleh garis X ke A mana titik X harganya lebih rendah dibandingkan dengan titik D. Berikut ini karakteristik pola Gartley yang didapatkan menggunakan Fibonacci:

  • Titik B ada di level retracement 0.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
  • Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
  • Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 1.272 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
  • Sebagai penutup, titik D harus berada di level retracement 0.786 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.

Pola Crab

Pola berikutnya memiliki bentuk yang mirip dengan beberapa binatang, yakni kepiting, kupu-kupu dan kelelawar. Maka dari itu sang penemu pola ini, Scott Carney, menamakan pola temuannya ini dengan nama Crab Pattern dan Bat Pattern. Kedua pola ini memiliki rasio reward-to-risk yang paling tinggi, maka dari itu banyak trader yang menggunakan pola harmonik ini percaya diri untuk memasang stop loss yang cukup dekat.

crab-bullishcrab-bearish

Pola Crab yang baik harusnya memenuhi kondisi sebagai berikut:

  • Titik B ada di level retracement 0.382 atau 0.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
  • Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
  • Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 2.24 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 3.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
  • Sebagai penutup, titik D harus berada di level retracement 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.

Pola Bat

Untuk pola kelelawar dari Scott Carney, anda harus menggunakan level retracement yang berbeda dibandingkan dengan pola yang sebelumnya, yakni pola kepiting. Berikut ini contoh gambar dari pola bat:

bat-bullishbat-bearish

Berikut ini adalah kondisi yang harus dipenuhi untuk mencari sang kelelawar:

  • Titik B ada di level retracement 0.382 atau 0.500 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
  • Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
  • Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 2.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
  • Sebagai penutup, titik D harus berada di level retracement 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.

Pola Butterfly

Pola yang terakhir adalah pola kupu-kupu. Bentuknya mirip-mirip dengan kedua pola sebelumnya, namun memiliki perbedaan di level-level Fibonacci yang dibutuhkan. Berikut lengkapnya:

butterfly-bearish butterfly-bullish

Berikut ini adalah kondisi yang harus dipenuhi supaya pola kupu-kupu yang cantik ini terbentuk:

  • Titik B ada di level retracement 0.786 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.
  • Titik C ada di level retracement 0.382 atau 0.886 dari Fibonacci yang ditarik dari A ke B.
  • Jika titik C ada di level retracement 0.382, maka titik D harus ada di level 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C. Sedangkan jika titik C ada di level 0.886, maka titik D harus ada di level 2.618 dari Fibonacci yang ditarik dari B ke C.
  • Sebagai penutup, titik D bisa berada di level retracement 1.27 atau 1.618 dari Fibonacci yang ditarik dari X ke A.

Kesimpulan

Harmonic price patterns bisa dibilang sebagai analisis teknikal yang paling kompleks, namun ketika anda berhasil mengidentifikasi pola yang terbentuk di grafik harga, maka keuntungan dari trading forex otomatis bisa anda dapatkan. Hal ini dikarenakan ketika pola-pola ini terbentuk, sudah hampir bisa dipastikan bahwa pergerakan harga yang mengikuti selalu tepat.

Kendala dari menggunakan harmonic price pattern adalah dibutuhkannya ketelitian tingkat tinggi. Saat anda membentuk pola butterfly misalnya, masing-masing level retracement harus memenuhi kriteria yang sudah ditentukan. Bila salah satu kriteria level retracement tidak terpenuhi, maka pola kupu-kupu tidak akan terbentuk dan pergerakan harga tidak akan menjadi seperti yang diperkirakan.

Selanjutnya, kita akan mempelajari apa itu divergence dan bagaimana caranya kita bisa memprediksi pergerakan harga di pasar forex berdasarkan divergence. Klik tombol di bawah untuk lanjut ke artikel tersebut:

Berbagai Jenis Divergence dalam Trading Forex

There are no comments yet

  • Hello, guest