Mengidentifikasi Retracement atau Reversal di Pasar Forex

Posted on Jan 19, 2018

mengidentifikasi-retracement-atau-reversal-di-pasar-forex

Bayangkan kondisi trading seperti ini. Anda melihat harga mulai naik dengan cepat. Anda melihat ada kemungkinan adanya uptrend di sini dan ambil posisi buy. Namun, di titik tertentu harga perlahan-lahan turun, seperti kembali ke harga semula. Anda mulai khawatir merugi dan bersiap-siap close trade. Pada akhirnya harga naik kembali dan membuat anda bernapas sedikit lega.

Kondisi trading yang seperti ini bisa diibaratkan sebagai roller coaster. Kesabaran anda akan terus diuji dari waktu ke waktu seiring dengan naik turunnya harga. Di saat harga naik, rasa tamak akan menguasai untuk terus menahan posisi dan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Sementara di saat harga turun, anda akan dirundung rasa khawatir kalau-kalau harga berbalik arah dan membuat anda rugi.

Untuk menghindari rasa khawatir tersebut, anda harus mengetahui apa bedanya retracement (koreksi) dan reversal. Di artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana caranya mengenali apakah harga hanya mengalami koreksi atau justru trend berbalik arah (reversal). Sebelumnya, mari kita bahas dulu apa pengertian dari retracement dan reversal.

Pengertian retracement dan reversal

retracement-vs-reversal

Untuk lebih memudahkan untuk memahami apa itu retracement dan reversal, terlebih dahulu lihatlah contoh gambar di atas. Dari contoh gambar, kita bisa melihat pada awalnya terjadi downtrend di pair AUD/USD H1. Retracement adalah pergerakan harga skala kecil yang arahnya berlawanan dengan trend yang sedang terjadi.

Reversal adalah kondisi di mana trend yang berjalan sudah kehabisan tenaga dan kemudian arah trend tersebut berbalik arah, seperti misalnya uptrend berubah menjadi downtrend, atau downtrend berubah menjadi uptrend. Terlihat dari contoh gambar di atas, setelah menyentuh harga paling rendahnya, trend berbalik arah. Jika anda menganggap pergantian ini sebagai retracement, sudah pasti anda akan rugi banyak.

Lalu apa yang bisa anda lakukan melihat keadaan ini? Ada tiga opsi yang bisa anda pertimbangkan:

  1. Jika anda sudah buka posisi dan melihat adanya kemungkinan retracement atau reversal, anda bisa menahan posisi anda, siapa tahu cuma retracement dan trend akan berlanjut. Tapi kalau reversal terjadi, buru-buru tutup posisi.
  2. Saat harga mulai berbalik, anda bisa menutup posisi sementara sambil melihat-lihat keadaan, apakah retracement atau justru reversal yang terjadi. Kekurangan dari cara ini adalah anda mungkin akan ketinggalan kereta saat harga tiba-tiba bergerak dengan tajam.
  3. Pensiun trading, jika anda terus menahan posisi saat terjadi reversal atau pensiun trading karena mendapatkan ribuan pip karena anda close trading di akhir trend.

Cara paling bijaksana menghadapi kemungkinan retracement/reversal adalah dengan menggunakan trailing stop loss. Jika harga hanya mengalami retracement, maka posisi anda tidak akan tertutup. Namun, jika reversal yang terjadi, keuntungan yang sudah anda dapatkan tidak akan hilang begitu saja.

Mengidentifikasi reversal

Jika anda bisa membedakan antara reversal dengan retracement, maka sudah pasti setiap trading yang anda lakukan akan lebih menguntungkan. Retracement dan reversal memiliki perbedaan mendasar. Berikut beberapa di antaranya:

Ciri-ciri retracement:

  • Biasanya terjadi setelah adanya pergerakan harga besar-besaran.
  • Durasinya sebentar.
  • Faktor fundamental tidak berubah karena adanya retracement.
  • Di kondisi pasar uptrend, jumlah pembeli masih banyak dan mengakibatkan harga akan terus naik. Sedangkan di downtrend, jumlah penjual masih banyak dan membuat harga terus turun.

Ciri-ciri reversal:

  • Bisa terjadi kapan saja.
  • Setelah reversal terjadi, akan ada pergerakan harga yang cukup panjang.
  • Reversal biasanya terjadi karena adanya perubahan faktor fundamental.
  • Di kondisi pasar uptrend, jumlah pembeli mulai sedikit dan mengakibatkan harga mulai turun. Sebaliknya di kondisi downtrend, jumlah penjual yang mulai sedikit dan membuat harga perlahan-lahan naik.

Lalu perangkat analisis teknikal apa saja yang bisa kita gunakan untuk mendeteksi retracement atau reversal? Ada tiga perangkat yang bisa kita manfaatkan, yakni Fibonacci, pivot points, dan trendline. Berikut caranya:

Mengidentifikasi retracement menggunakan Fibonacci

Fibonacci adalah salah satu perangkat yang cukup efektif untuk mengidentifikasi retracement. Jika anda melihat harga sedang mengalami uptrend atau downtrend, namun anda ragu untuk buka posisi karena harga mulai bergerak ke arah yang berlawanan, anda bisa menggunakan Fibonacci untuk mencari tahu apakah retracement atau justru reversal yang terjadi.

Pada umumnya, retracement hanya terjadi di sekitar area Fibonacci 38.2%, 50%, atau 61.8%, sebelum harga kembali melanjutkan trend yang sedang berlangsung. Mari kita lihat contoh di bawah:

retracement-vs-reversal-1

Tariklah garis Fibonacci untuk menghubungkan swing low dan swing high. Lalu perhatikan level-level Fibonacci 38.2%, 50.% dan 61.8%. Terlihat pada gambar di atas harga tidak bisa menembus level Fibonacci 61.8% lalu kembali melanjutkan uptrend. Mudah bukan?

Mengidentifikasi retracement menggunakan pivot points

Cara lainnya untuk mengidentifikasi retracement adalah dengan menggunakan pivot points. Di saat pasar sedang uptrend, maka level-level yang perlu anda awasi adalah support level seperti S1, S2, dan S3. Sedangkan di kondisi pasar downtrend, maka yang anda perhatikan adalah resistance level, misalnya R1, R2, dan R3.

Jika yang terjadi adalah sebuah retracement, harga tidak akan mampu menembus level support atau resistance yang terakhir, yakni S3 atau R3. Namun jika anda melihat bahwa harga menembus salah satu di antara kedua level tersebut, maka bukan retracement lagi yang sedang terjadi, melainkan reversal.

Baca lebih lanjut mengenai pivot points di artikel kami yang membahas mengenai analisis teknikal ini.

retracement-pivot-point

Mengidentifikasi retracement menggunakan trend lines

Cara terakhir mendeteksi apakah pergerakan harga yang sedang terjadi adalah sekedar retracement atau reversal adalah dengan menggunakan trendline. Tariklah garis yang menghubungi lower high (uptrend) atau higher low (downtrend) dan pantau terus apakah harga akan bergerak di bawah trend line tersebut.

Jika anda melihat bahwa garis trend line anda “dilanggar” oleh pergerakan harga, maka bisa jadi sebuah reversal sedang terbentuk. Untuk mendapatkan sinyal yang lebih pasti, anda bisa menggunakan analisis candlestick yang dipadukan dengan trend line ini untuk mendapatkan sinyal trading yang lebih kuat lagi.

retracement-trendlines

Itu dia beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi retracement dan reversal. Menggunakan metode-metode ini anda bisa mengira-ngira apakah pergerakan harga sedang membentuk sebuah retracement atau reversal. Berikutnya kita akan mengkaji mengenai breakout dan fakeout. Klik tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel tersebut:

Trading Menguntungkan dengan Breakout & Fakeout

There are no comments yet

  • Hello, guest