Faktor-Faktor Fundamental Penggerak Harga

Posted on Jan 26, 2018

faktor-faktor-fundamental-penggerak-harga

Menggunakan analisis fundamental artinya anda harus mengetahui faktor apa saja yang bisa menggerakkan harga mata uang di pasar forex, berikut seberapa besar pengaruh faktor tersebut untuk menggerakkan harga. Ada faktor yang bisa memberikan dampak besar dan mengakibatkan pergerakan harga yang tajam. Ada juga faktor fundamental yang tidak memberikan banyak pengaruh terhadap pergerakan harga.

Oleh karena itulah, di artikel kali ini kita akan mempelajari faktor apa saja yang harus anda perhatikan dengan seksama, karena faktor-faktor inilah yang mampu memberikan dampak yang signifikan. Yuk, kita mulai dari faktor yang pertama, yakni suku bunga.

Pengaruh suku bunga terhadap trading forex

Suku bunga adalah faktor yang bisa dibilang paling memengaruhi nilai mata uang sebuah negara, dan secara tidak langsung trading forex. Pengumuman nilai suku bunga yang berlaku di suatu negara biasanya dilakukan oleh bank sentral negara tersebut. Buat trader yang menggunakan analisis fundamental, nilai suku bunga adalah data yang selalu ditunggu perilisannya.

Suku bunga sangat memengaruhi laju inflasi. Dalam pengertiannya, inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa yang terjadi dari waktu ke waktu. Inflasi adalah sebab utama mengapa orangtua anda dulu bisa membeli tiga buah permen dengan harga Rp. 500, sedangkan sekarang anda harus membayar Rp. 1000 untuk membeli tiga buah permen yang sama.

Hal ini wajar dan memang terjadi di seluruh dunia. Kenaikan harga-harga menandakan adanya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Namun, laju inflasi yang terlalu tinggi bisa merusak perekonomian, maka dari itu bank sentral selalu mengawasi perkembangan nilai inflasi negaranya dari waktu ke waktu.

Naiknya suku bunga mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi. Tingginya suku bunga akan membuat para konsumen dan pelaku bisnis lebih memilih untuk menabung dibandingkan meminjam dari bank karena lebih menguntungkan.

Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan nilai suku bunga akan membuat konsumen dan pelaku bisnis lebih tertarik untuk meminjam dari bank. Hal ini akan membuat roda ekonomi berputar karena lebih banyak orang yang membelanjakan uangnya.

“Hubungannya dengan pasar forex?”, mungkin anda bertanya demikian. Nilai suku bunga sangat berpengaruh terhadap aliran uang yang keluar masuk negara tersebut. Makin tinggi nilai suku bunga akan mengakibatkan mata uang tersebut menguat di pasar forex. Sebaliknya turunnya nilai suku bunga akan melemahkan harga sebuah mata uang di pasar forex.

Nilai suku bunga harapan

Nilai suku bunga memang mengalami perubahan, namun tidak sesering yang anda duga. Kebanyakan trader forex tidak akan memusatkan perhatiannya pada nilai suku bunga yang ada sekarang, melainkan pengumuman nilai suku bunga berikutnya.

Perlu anda ketahui juga bahwa nilai suku bunga cenderung mengikuti perubahan kebijakan moneter. Jika nilai suku bunga terus turun dalam periode waktu tertentu, sudah hampir pasti bahwa akan ada kenaikan suku bunga setelah adanya pergantian kebijakan moneter. Perubahan inilah yang banyak ditunggu oleh para trader, serta berapa besar perubahan suku bunga yang terjadi.

Salah satu contoh untuk memantau harapan nilai suku bunga adalah dengan menggunakan Federal Reserve Dot Plot. Anda bisa masukkan kata pencarian tersebut di mesin pencari Google dan memilih salah satu hasil yang tersedia.

Dot Plot ini adalah data yang dipublikasikan setelah pertemuan 16 anggota komite pasar bebas Bank Sentral Amerika yang memproyeksikan seperti apa perkembangan suku bunga di Amerika Serikat dari tahun ke tahunnya. Masing-masing titik (dot) merepresentasikan opini seorang anggota The Fed tentang berapa nilai suku bunga seharusnya di akhir tahun. Berikut contohnya:

fed-dot-plot-1

 

Suku bunga nominal vs suku bunga riil

Saat seorang trader membicarakan mengenai suku bunga, yang dimaksud bisa berupa suku bunga nominal atau suku bunga riil. Bedanya, suku bunga nominal tidak memberikan gambaran yang sebenarnya terjadi di pasar, karena nilainya didapat sebelum terjadi penyesuaian terhadap angka inflasi. Secara hitungan, suku bunga riil bisa didapat dengan mengurangi suku bunga nominal dengan angka inflasi.

Yang harus menjadi fokus anda saat memutuskan untuk masuk ke pasar adalah suku bunga riil, bukannya suku bunga nominal.

Pengaruh kebijakan moneter terhadap trading forex

Pemerintah sebuah negara bekerja sama dengan bank sentral-nya bertugas membuat kebijakan moneter untuk mengatur kondisi perekonomian di negaranya. Umumnya, kebijakan moneter ini dikeluarkan untuk menjaga stabilitas harga (inflasi) serta pertumbuhan ekonomi negara.

Berikut ini beberapa hal yang diatur menggunakan kebijakan ekonomi:

  • Suku bunga
  • Laju inflasi
  • Suplai uang
  • Cadangan uang kas minimum di bank-bank komersil
  • Besar pinjaman pada bank-bank komersil

Jenis-jenis kebijakan moneter

Secara garis besar, ada dua jenis kebijakan moneter, yakni kebijakan moneter yang ketat, serta kebijakan moneter ekspansif.

  1. Kebijakan moneter yang ketat
    Kebijakan ini dijalankan oleh bank sentral untuk mengurangi ketersediaan uang di masyarakat. Kebijakan ini biasanya terjadi saat pemerintah/bank sentral menaikkan suku bunga. Tujuan dari kebijakan moneter ketat ini adalah untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi dengan adanya suku bunga yang tinggi. Saat kebijakan ini berjalan, meminjam uang dari bank menjadi semakin sulit dan mahal. Akibatnya masyarakat dan pebisnis menurunkan anggaran belanja mereka dan lebih memilih menabung.
  2. Kebijakan moneter ekspansif
    Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat lajut pertumbuhan ekonomi dengan menambah ketersediaan uang di masyarakat, salah satunya dengan cara menurunkan suku bunga. Dengan semakin mudahnya meminjam dari bank, peredaran uang di masyarakat akan meningkat yang membuat ekonomi bergeliat dan pebisnis melakukan investasi.

Yang perlu anda ingat dari inflasi adalah bahwa bank sentral mempunyai target berapa laju inflasi yang diinginkan untuk periode tertentu. Contohnya, laju inflasi di Indonesia di tahun 2018 ditargetkan oleh Bank Indonesia berada di kisaran angka 3%. Maka dari itu kebijakan ekonomi yang ditelurkan Bank Indonesia akan berusaha menjaga agar angka inflasi tidak meleset jauh dari target tersebut.

Dengan adanya target inflasi ini, bank sentral membantu partisipan pasar untuk memahami apa yang dilakukan bank sentral dalam menghadapi kondisi ekonomi tertentu. Trader forex menyukai stabilitas, begitu pula dengan bank sentral.

Jika pemerintah/bank sentral menaikkan atau menurunkan suku bunga secara drastis, maka yang terjadi adalah kekacauan ekonomi. Maka dari itu kita kerap melihat perubahan suku bunga berkisar di angka 0.25% hingga 1% dalam periode tertentu. Jika bank sentral ingin menaikkan suku bunga dalam jumlah yang signifikan, biasanya mereka akan melakukannya secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu.

Selain itu, dampak yang diberikan dari sebuah kebijakan ekonomi biasanya akan dirasakan jauh setelah kebijakan tersebut ditelurkan. Umumnya, dampaknya akan terasa setelah satu atau dua tahun kebijakan tersebut berjalan.

Bank sentral hawkish vs bank sentral dovish

Bank sentral bisa disebut sebagai hawkish atau dovish tergantung dari pendekatan mereka terhadap situasi ekonomi yang sedang terjadi. Sebuah bank sentral disebut hawkish ketika bank sentral tersebut mendukung kenaikan suku bunga untuk menurunkan laju inflasi.

Contoh pemberitaan bank sentral hawkish kurang lebih seperti ini: “Bank Sentral Inggris mengatakan bahwa laju inflasi yang tinggi mengancam kondisi perekonomian”. Maksud dari pernyataan ini adalah Bank Sentral Inggris mungkin akan menaikkan nilai suku bunga untuk memperlambat laju inflasi.

Bank sentral yang dovish cirinya yakni mendukung pertumbuhan ekonomi dengan menurunkan suku bunga. Bank sentral yang dovish biasanya tidak agresif atau tenang-tenang saja di kondisi perekonomian tertentu. Kondisi hawkish atau dovish terkadang sulit di lihat saat kondisi perekonomian yang stabil. Namun, saat terjadinya kondisi pasar yang ekstrim, di sinilah hawkish atau dovish-nya bank sentral bisa terlihat.

Faktor-faktor fundamental lainnya

Ada beberapa faktor fundamental yang mampu menjadikan mata uang menguat atau melemah yang harus anda perhatikan. Berikut ini adalah beberapa faktor yang penting untuk anda perhatikan:

Pertumbuhan ekonomi

Ada dua macam pertumbuhan ekonomi yang mungkin terjadi. Pertama, adalah pertumbuhan ekonomi yang kuat. Di negara yang pertumbuhan ekonominya kuat, aliran uang di pasar berjalan lancar karena masyarakat tidak segan-segan membelanjakan uangnya, begitu pula dengan para pebisnis. Pemasukan dari pajak untuk pemerintah pun lancar dan pertumbuhan ekonomi pun pesat.

Sebaliknya, melemahnya pertumbuhan ekonomi ditandai dengan masyarakat yang enggan untuk membelanjakan uangnya dan memilih untuk menabung karena suku bunga yang tinggi. Kedua kondisi pertumbuhan ekonomi ini sama-sama memiliki dampak langsung ke pasar forex.

Arus modal

Faktor fundamental yang satu ini mengukur jumlah uang yang keluar masuk sebuah negara disebabkan oleh investasi atau pun ekspor dan impor. Di arus modal positif, jumlah orang asing yang berinvestasi di negara tersebut lebih banyak dibandingkan dengan penduduk asli negara tersebut yang berinvestasi ke luar negeri. Jadi jumlah pemasukan lebih banyak dibandingkan pengeluaran.

Sedangkan di arus modal negatif adalah kebalikannya, investasi keluar negeri jumlahnya lebih besar dibandingkan investasi yang masuk ke dalam negeri. Akibatnya, aliran dana yang keluar negeri lebih besar dibandingkan pemasukan ke dalam negeri.

Semakin banyak investor asing yang menanamkan modalnya di suatu negara, maka nilai mata uang negara tersebut akan meningkat karena jumlah permintaan akan mata uang negara tersebut meningkat. Logikanya, jika anda ingin menanamkan modal di Amerika Serikat, anda harus menukarkan rupiah anda dengan USD, baru setelah itu anda bisa berinvestasi di negeri Paman Sam tersebut.

Aliran perdagangan dan neraca perdagangan

Kedua hal ini erat hubungannya dengan proses ekspor impor yang dilakukan suatu negara. Kegiatan ekspor impor yang dilakukan antara dua negara pastinya melibatkan pertukaran mata uang dan mengakibatkan naik turunnya aliran mata uang yang keluar masuk negara tersebut.

Neraca perdagangan mengukur rasio ekspor impor yang dilakukan negara dalam kondisi ekonomi tertentu. Neraca perdagangan menunjukkan berapa banyak jumlah permintaan akan barang/jasa yang diproduksi oleh suatu negara. Hal ini tentu saja memengaruhi jumlah permintaan akan mata uang negara tersebut.

Ekspor > Impor = surplus perdagangan
Impor > Ekspor = defisit perdagangan

Yang perlu anda ingat sebagai seorang trader forex adalah sebagai berikut. Di negara yang kondisi perdagangannya surplus, nilai mata uang negara tersebut akan naik. Sementara jika negara itu mengalami defisit perdagangan, nilai mata uang negara itu akan turun.

Berikutnya, kita akan mencari tahu di mana sebaiknya anda mencari data ekonomi atau berita forex yang terpercaya. Klik tombol di bawah ini:

Di Mana Para Trader Fundamental Berburu Data Ekonomi?

There are no comments yet

  • Hello, guest