News Trading: Pengertian dan Kegunaannya di Trading Forex

Posted on Feb 12, 2018

news-trading-pengertian-dan-kegunaannya-di-trading-forex

Sudah pernah kami katakan sebelumnya, indikator teknikal saja tidak akan cukup untuk membaca arah pergerakan harga di pasar forex. Adalah penting bagi seorang trader forex untuk mengetahui apa yang membuat harga mata uang bergerak, yakni news atau berita.

Mari kita contohkan dengan kondisi di mana sebuah perusahaan ternama di Indonesia secara tiba-tiba mengumumkan bahwa pihaknya bankrut. Anda yang secara kebetulan memiliki sejumlah saham perusahaan tersebut pastinya akan berpikir untuk sesegera mungkin menjual saham anda bukan?

Pun sama halnya dengan trading forex. Jika anda mendengar sebuah berita yang mengatakan bahwa perekonomian sebuah negara terlihat membaik, langkah berikutnya yang anda lakukan sebagai trader pastinya adalah membeli mata uang tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

Maka dari itu tidak sedikit jumlahnya trader forex yang memanfaatkan pengumuman berita penting seputar dunia forex untuk mencari keuntungan dari trading. Dengan mengetahui ke mana harga akan bergerak akibat sebuah news, maka keuntungan yang berlipat-lipat sudah pasti bisa anda kantongi.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara lebih mendetail mengenai bagaimana caranya trading forex menggunakan news serta apa saja yang harus diperhatikan saat menggunakan strategi ini. Namun untuk yang pertama, mari kita lihat terlebih dahulu seperti apa keuntungan dari trading forex menggunakan news.

Keuntungan trading forex menggunakan news

Tujuan dari trading forex menggunakan news tentu saja mendapatkan keuntungan. Caranya adalah dengan menggunakan news atau berita tersebut untuk mencari ke mana arah harga akan bergerak akibat adanya berita tersebut.

Perlu anda ketahui bahwa strategi ini memiliki resiko yang cukup tinggi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Spread melebar: dikarenakan volatilitas yang meningkat pada saat perilisan berita, banyak broker forex yang melebarkan spreadnya di saat-saat seperti ini. Seperti contohnya, ada broker yang spreadnya melebar dari 2 pip menjadi 20 pip karena memang volatilitasnya meningkat jauh.
  • Locked out: pergerakan harga yang begitu dinamis mengakibatkan trading anda mungkin dieksekusi di waktu yang tepat, namun posisi anda baru muncul di platform trading beberapa saat kemudian. Ini sungguh berbahaya karena bisa jadi harga berubah arah sewaktu waktu dan anda tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengatasi masalah ini.
  • Slippage: ini adalah kondisi di mana anda ingin masuk ke pasar di harga tertentu, namun karena pergerakan harga yang ekstrim akibat adanya rilis news, order anda baru terbuka jauh dari harga yang anda inginkan.
    slippage

Tak hanya itu saja, pergerakan harga di saat rilis news terkadang belum tentu hanya bergerak satu arah saja. Ada kalanya harga bergerak naik dengan cepat, namun kemudian terjun bebas, jatuh lebih cepat dibandingkan pergerakan awalnya. Mencari arah pergerakan harga yang tepat memang sulit, namun bukan tidak mungkin kok! Nah, berikutnya, mari kita pelajari bagaimana caranya trading menggunakan news.

Trading news di pasar forex

Tidak semua news yang dirilis mampu menggerakkan harga mata uang di pasar forex. Maka dari itu, jika anda ingin menggunakan strategi ini, anda harus tahu terlebih dahulu news mana saja yang menguntungkan untuk anda, serta pair mana yang paling menguntungkan.

Bicara soal pair, yang harus menjadi perhatian utama anda tentu saja mata uang yang dipasangkan dengan USD. Alasannya, karena USD paling banyak diperdagangkan oleh trader dan mengakibatkan 80% trader yang ada mengawasi berita-berita forex yang datangnya dari Amerika Serikat.

Karena itulah major currencies, atau dalam artian pair yang terdapat USD-nya, bisa dibilang sebagai pair-pair yang likuid. Lebarnya spread di major currencies pun tidak selebar spread yang ada di pair lainnya yang tidak ada USD-nya pada saat rilis berita penting. Maka dari itu, banyak trader yang hanya menunggu rilis berita dari Amerika Serikat dan menggunakan major currencies pada saat trading.

Sedangkan untuk rilis berita yang paling memengaruhi pergerakan harga bisa dikategorikan seperti pada gambar di bawah ini:

news-volatility

Bisa dilihat dari gambar di atas, laporan Non-Farm Payroll memberikan pergerakan harga yang jauh lebih besar dibandingkan dengan laporan lainnya. Hal ini cukup beralasan. Karena dengan semakin tingginya angka pengangguran maka bisa dijadikan indikasi bahwa kondisi perekonomian Amerika Serikat sedang memburuk.

Tak hanya itu saja, berita-berita seperti konflik geo-politik, bencana alam, kerusuhan politik, serta pemilihan presiden bisa memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pergerakan harga mata uang sebuah negara. Seperti misalnya panasnya kondisi antara Amerika Serikat dengan Korea Utara beberapa waktu yang lalu adalah contoh dari konflik geo-politik yang berpengaruh terhadap pergerakan nilai USD.

Ada dua cara yang bisa digunakan untuk trading menggunakan news, yakni dengan directional bias dan non-directional bias. Mari kita bahas satu per satu.

Directional bias

Directional bias berarti anda mengharapkan harga akan bergerak ke salah satu arah setelah adanya rilis sebuah news. Saat mencari kesempatan trading saat harga mulai bergerak, ada baiknya anda juga mengetahui seperti apa news yang membuat harga bergerak.

Beberapa hari atau beberapa minggu sebelum rilis sebuah news, para analis biasanya akan melemparkan prediksi dalam bentuk angka. Angka inilah yang dinamakan dengan konsensus. Namun saat news dirilis, angka yang keluar dinamakan dengan angka aktual.

Ada sebuah istilah di kalangan trader forex, yakni “BUY rumornya, SELL news-nya”. Munculnya istilah ini dikarenakan seringkali terjadi pergerakan harga yang terjadi tidak sinkron dengan angka aktual yang muncul setelah rilis news.

Sebagai contoh, para analis memperkirakan bahwa angka pengangguran di Amerika akan meningkat dari 7% ke 8%. Ini berarti nilai konsensus untuk angka pengangguran adalah 8%. Dengan meningkatnya angka pengangguran berarti ekonomi Amerika memburuk dan nilai dollar melemah.

Dengan adanya konsensus ini, para pemain besar pun melakukan antisipasi dengan menjual USD miliknya untuk ditukar menjadi mata uang lainnya. Setelah itu, katakanlah angka aktual yang dirilis yakni 9%. Anda sebagai trader individual pun mengatakan, “wah, benar nih, perekonomian Amerika memburuk, waktunya SELL USD!” Namun pada kenyataannya, harga naik! Anda pun bingung. “Ada apa ini?!”

Alasannya sederhana. Naiknya harga ini dikarenakan para pemain besar di pasar forex sudah terlebih dahulu open order pada saat angka konsensus diumumkan, lalu sebelum angka aktual diumumkan, mereka menyudahi trading dan mengambil keuntungan.

Sebaliknya, jika angka aktual yang keluar adalah 6% sedangkan angka konsensus berada di level 8%, sementara angka pengangguran periode sebelumnya yakni 7%, maka yang terjadi saat rilis news adalah kenaikan harga USD secara signifikan karena para pemain besar sama sekali tidak menduga hal ini.

Hal yang sama pun akan terjadi jika misalnya angka aktual yang keluar yakni 9%. Namun bukannya kenaikan secara signifikan yang akan muncul, melainkan harga USD akan jatuh dengan tajam karena ternyata kondisi perekonomian di Amerika jauh lebih buruk dibandingkan perkiraan para analis.

Maka dari itu, penting untuk mengawasi angka konsensus dengan angka aktual sebuah data ekonomi. Karena kedua hal ini bisa sangat memengaruhi pergerakan harga mata uang di pasar forex. Inilah strategi yang dinamakan dengan directional bias, karena strategi ini memiliki rencana yang matang sebelum anda memutuskan untuk masuk ke pasar.

Non-directional bias

Tak seperti directional bias yang mengukur dampak dari angka konsensus dan angka aktual terhadap pergerakan harga, non-directional bias hanya menyadari fakta bahwa news besar akan menghasilkan pergerakan harga yang signifikan. Non-directional bias tidak mempermasalahkan apakah perekonomian suatu negara memburuk atau membaik, yang penting saat trend dimulai, kita pasang posisi yang tepat.

Inilah yang dinamakan dengan non-directional bias. Biasanya trader yang mengadopsi cara non-directional bias ini adalah trader yang hanya menggunakan analisis teknikal saja tanpa memerdulikan faktor fundamental yang menjadi penggerak harga di pasar forex.

Nah, di artikel selanjutnya, kita akan mempelajari bagaimana caranya news trading pasti untung menggunakan directional bias. Klik tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel tersebut:

Trading Pasti Untung dengan News Trading

There are no comments yet

  • Hello, guest