4 Tipe Trader yang Ada di Pasar Forex

Posted on Feb 15, 2018

4-tipe-trader-yang-ada-di-pasar-forex

Ada lebih dari 8 miliar penduduk di muka bumi ini, dan bisa dikatakan bahwa tidak ada satu orang pun yang memiliki penampilan dan sifat yang sama dengan yang lainnya. Bahkan kembar siam pun bisa memiliki perbedaan sifat bukan?

Sama halnya dengan trading. Perbedaan karakter antara satu trader dengan trader lainnya akan membuat masing-masing orang memiliki gaya trading yang berbeda. Ada yang agresif keluar masuk pasar dalam waktu yang terbilang singkat, ada juga yang santai dan lebih memilih untuk mengamati pergerakan harga sebelum mengambil keputusan trading.

Tidak ada trader yang memiliki kesamaan pada saat mereka trading. Andaikan kita mengumpulkan beberapa trader dalam satu ruangan, lalu diajarkan teknik trading yang sama, besar kemungkinan tiap trader akan mendapatkan hasil yang berbeda.

Tapi bukan berarti ini adalah hal yang buruk. Keunikan inilah yang menjadikan dunia seperti yang kita lihat saat ini. Maka dari itu, penting adanya anda mengenal diri anda sendiri, terutama kekuatan dan kelemahan yang anda miliki. Memaksakan strategi trading yang tidak anda rasa nyaman justru akan membuat anda frustrasi dan tidak akan memberikan keuntungan sama sekali.

Nah, berikut ini 4 tipe trader yang umum kita temukan di pasar forex:

Scalping

Jika anda adalah tipe orang yang suka tantangan, bisa bereaksi dengan cepat terhadap perubahan, serta tak keberatan berlama-lama di depan layar monitor, maka metode trading yang satu ini cocok untuk anda! Ciri utama para scalper adalah mereka tidak pernah lama-lama buka posisi. Umumnya mereka tahan posisi buy atau sell dalam hitungan menit atau detik saja.

Tujuan utama dari metode scalping adalah mendapatkan sedikit pip sesering mungkin. Jadi jangan heran kalau melihat seorang scalper yang sering keluar pasar setelah mendapatkan beberapa pip saja. Selain itu, seorang scalper haruslah memiliki waktu yang didedikasikan hanya untuk trading karena metode ini butuh konsentrasi yang tinggi supaya bisa berhasil.

Kekurangan dari metode ini adalah dari segi spread. Dikarenakan anda sering keluar masuk pasar, maka anda akan cukup sering dikenakan biaya spread. Namun hal ini masih bisa diatasi dengan cara mengincari keuntungan sejumlah dua kali spread yang disyaratkan oleh broker anda. Jadi misalnya anda dikenakan spread sebanyak 2 USD, maka incarlah keuntungan paling tidak 4 USD agar ketika anda tutup posisi anda masih bisa mendapatkan keuntungan.

Berikut ini beberapa saran buat anda yang ingin mencoba metode scalping:

  • Tradinglah di pair yang likuid. Pair yang likuid memiliki spread yang lebih kecil. EUR/USD, GBP/USD, USD/CHF dan USD/JPY adalah beberapa pair yang paling likuid di pasar forex.
  • Trading hanya di saat pasar sedang sibuk. Makin sibuk kegiatan yang ada di pasar forex, maka makin tinggi pula likuiditasnya. Momen di mana pasar sedang sibuk-sibuknya adalah ketika pergantian jam trading, seperti misalnya saat penutupan pasar London bersamaan dengan dibukanya pasar New York.
  • Perhatikan spread. Hal ini sudah kami singgung di atas. Incarlah keuntungan paling tidak dua kali spread. Jadi, saat anda menutup posisi trading anda masih bisa membukukan sejumlah keuntungan.
  • Fokus di satu pair. Metode scalping ini sangatlah menguras konsentrasi dan energi anda pada saat trading. Maka dari itu, sangat kami sarankan untuk anda fokus di satu pair. Dengan demikian kemungkinan anda untuk sukses akan semakin tinggi.
  • Gunakan money management. Saran ini sebenarnya berlaku untuk berbagai jenis metode trading. Tanpa money management, jangan heran jika anda berkali-kali kehilangan seluruh modal anda dalam waktu yang cukup singkat.
  • Hindari news penting. Karena kemungkinan adanya slippage dan tingginya volatilitas, maka kami menyarankan anda untuk menghindari trading dengan metode ini pada saat rilis news penting.

Day trading

Metode trading yang satu ini bisa dibilang sebagai salah satu trading jangka pendek. Namun tidak seperti scalping, umumnya seorang day trader hanya trading sekali sehari dan menyudahi tradingnya saat penutupan salah satu sesi trading. Day trader tidak pernah menahan posisi trading sampai lebih dari satu hari hingga terkena swap.

Cara ini cocok buat anda yang memiliki waktu untuk melakukan analisa, menjalankan trading, hingga memonitor jalannya trading tersebut. Jika anda merasa bahwa pergerakan harga di metode scalping terlalu cepat, anda mungkin cocok untuk mencoba metode trading yang satu ini.

Berikut ini tips-tips untuk anda yang ingin mencoba metode day trading:

  • Perhatikan faktor fundamental. Sebelum trading, pastikan anda melihat terlebih dahulu seperti apa keadaan pasar forex, terutama pair yang ingin anda tradingkan. Hal ini akan membentuk bias anda sebelum anda membuat keputusan trading.
  • Pastikan anda punya waktu untuk memonitor trading anda. Monitoring trading yang sedang berjalan sangatlah penting di metode day trading. Jika anda kebetulan bekerja di kantor, pastikan anda menyeimbangkan antara pekerjaan dengan monitoring trading. Anda tentunya tidak ingin dipecat karena terlalu sering mengamati grafik MT4 bukan?

Ada beberapa cara untuk menjalankan metode trading, yakni trading menggunakan lebih dari satu time frame, serta breakout trading. Anda bisa baca lebih lanjut mengenai masing-masing metode dengan klik link tersebut.

Swing trading

Jika anda tidak bisa mengontrol jalannya trading di sela-sela pekerjaan utama seperti yang digunakan pada metode day trading, maka anda bisa memilih untuk menggunakan metode swing trading. Inti dari metode ini adalah mengidentifikasi swing atau titik di mana harga berbalik arah.

Di titik inilah para trader ambil posisi untuk mencari keuntungan. Sebagai contoh, dalam kondisi uptrend, BUY pada saat swing low. Anda juga bisa cari keuntungan di waktu uptrend saat harga sedang mengalami retracing. Berikut contoh dari swing low dan swing high.

swing-trading

Biasanya, para swing trader menahan posisinya lebih dari satu hari. Maka dari itu, banyak dari mereka melebarkan jarak stop loss-nya untuk mengantisipasi dinamisnya pergerakan harga yang terjadi di time frame yang lebih rendah.

Dari waktu ke waktu anda mungkin akan melihat harga bergerak tidak sesuai dengan keinginan anda. Namun disinilah kesabaran anda diuji. Jika anda percaya dengan analisis yang anda lakukan, tahan sampai harga bergerak ke arah yang anda mau.

Position trading

Soal urusan jangka waktu trading, position trading adalah yang paling lama. Para trader yang menggunakan metode ini bisa menahan posisi mereka dalam waktu bulanan hingga tahunan! Cuma mereka yang memiliki kesabaran serta pengetahuan fundamental tingkat dewalah yang bisa menggunakan metode ini.

Trader yang menggunakan metode ini mencari news yang memberikan dampak dalam waktu yang cukup lama terhadap perekonomian sebuah negara secara umumnya, dan pergerakan mata uang secara khusus. Dikarenakan itu pula, stop loss yang digunakan pun sangatlah besar.

Maka dari itu metode ini hanya cocok bagi para trader yang memiliki modal yang sangat besar jika tidak ingin terkena margin call. Selain itu, sangat tinggi kemungkinannya harga akan bergerak di luar harapan anda, dan belum tentu juga retracement yang terbentuk ukurannya kecil. Anda harus percaya penuh akan analisis yang sudah anda lakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan position trading ini.

Itu dia beberapa tipe trader yang ada di pasar forex. Bagaimana dengan anda sendiri? Masuk di tipe yang manakah anda? Masing-masing metode memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun pilihan metode mana yang terbaik kami kembalikan pada anda.

Berikutnya kita akan membahas mengenai bagaimana caranya membuat sistem trading dengan beberapa langkah mudah. Klik tombol di bawah ini untuk lanjut ke pembahasan tersebut:

Rancang dan Bangun Sistem Trading Anda

There are no comments yet

  • Hello, guest